Gempa Babel Minta Gubernur Tinjau Ulang Izin KIP di Kawasan Wisata

Aditia Pratama berharap Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat meninjau ulang izin pertambangan yang berada di kawasan wisata di Babel.

Gempa Babel Minta Gubernur Tinjau Ulang Izin KIP di Kawasan Wisata
Bangka Pos/Resha Juhari
Nelayan Pasir Padi 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKAPOS-- Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Provinsi Babel, Aditia Pratama berharap Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat meninjau ulang izin pertambangan yang berada di kawasan wisata di Babel.

Harapan ini, menyusul masih adanya persoalan maupun kritikan yang disampaikan oleh kalangan mahasiswa maupun sejumlah kelompok Organisasi masyarakat, soal pertambangan di kawasan wisata.

"Adanya kritikan persoalan pertambangan di kawasan wisata, baru-baru ini,harus segera disikapi dengan serius oleh Gubernur Babel. Apalagi beliau pernah mengatakan salah satu program khusus terkait pengembangan pariwisata. Sehingga, selayaknya izin pertambangan yang berkatifitas di kawasan wisata harus segera ditinjau ulang atau di evaluasi," ujarnya kepada bangkapos.com, Kamis (12/05/2016).

Adit juga mempertanyakan, kenapa izin pertambangan bisa dikeluarkan di kawasan pariwisata. Hal ini, juga harus mendapat kajian dan evaluasi.

"Contohnya KIP di Kawasan Pasir Padi izinnya lengkap, padahal ini merupakan kawasan Pariwisata, makanya kita meminta untuk di audit dan di evaluasi ulang,"ucapnya

Aditpun menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menanggulangi kritikan khususnya terhadap pertambangan, sehingga membuat berbagai prasangka dimasyarakat.

" Ini akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya, apalagi bukan pemimpin tersebut yang mengeluarkan, ini seperti pepatah, orang makan nangkanya kita dapat getahnya," ujarnya.

Selain itu ujar sarjana teknik lingkungan ini, berharap pemerintah tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan, bila memang melanggar peraturan maka harus ditindak.

" Tambang-tambang ilegal yang semakin marak dilakukan, baik itu sekala kecil maupun skala besar, ini semua harus ditindak," ucapnya.(Zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved