Pemkab Bangka Bentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Adanya TPID dapat mendukung terwujudnya stabilitas harga dan pengendalian inflasi di kabupaten Bangka

Pemkab Bangka Bentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah
IST
Rustamsyah ketika membuka rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ), Kamis ( 12/5 ) di ruang pertemuan Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) dibentuk di Kabupaten Bangka untuk mengantisipasi terjadinya inflasi, diantaranya dengan diketahuinya sejak dini ketersediaan kebutuhan bahan pokok di pasaran.

“ Psikologi masyarakat akan mempengartuhi tingkat inflasi, untuk itu Bank Indonesia dapat memberikan masukan sehingga TPID kabupaten Bangka mendapat acuan sebagai upaya pengendalian inflasi.” Kata Rustamsyah ketika membuka rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ), Kamis ( 12/5 ) di ruang pertemuan Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka.

Dijelaskannya, keberadaan TPID bertujuan untuk mencari jalan keluar jika terjadi kelangkaan barang di daerah tertentu sehingga inflasi dapat diminimalisir.

“ Adanya TPID dapat mendukung terwujudnya stabilitas harga dan pengendalian inflasi di kabupaten Bangka, “ ujarnya

Menurut Wabup Rustamsyah, bulan Juni sudah memasuki bulan Ramadhan dan awal Juli merayakan Idul Fitri, diikuti permintaan kebutuhan bahan pangan pokok akan meningkat, maka diminta kepada tim pengendalian inflasi daerah kabupaten Bangka untuk melaksanakan tugasnya antara lain, melakukan monitoring ketersediaan dan kelancara distribusi bahan pangan pokok juga monitoring harga bahan pangan pokok.

Selain itu, kondisi menjelang hari raya, kebutuhan akan meningkat bila tidak diimbangi dengan kelancaran distribusi akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut yang menyebabkan kelangkaan dan harga - harga meningkat tidak terkendali yang akhirnya akan terjadi inflasi.

“ Perlu adanya dukungan dan kerjasama semua pihak untuk menjamin kelancaran dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok sehingga stabilitas harga terjaga dan tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi.” Ungkapnya.

Diharapkannya, TPID dapat melaksakan tugasnya sesuai dengan tupoksi masing – masing, dalam upaya mengendalikan inflasi serta memonitoring laju inflasi di kabupaten Bangka.

Sementara itu Pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto mengatakan, dalam mengantisipasi terjadinya inflasi pengawasan terhadap distributor bahan kebutuhan pokok harus dilakukan sehingga dapat mengetahui ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

“ Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi, diantaranya pesepsi masyarakat dapat menyebabkan turunnya inflasi, ” kata Bayu.

Dijelaskannya. penyebab inflasi dapat diselesaikan, untuk itu perlu adanya penyusunan perencanaan TPID ke depan dalam mengendali inflasi.

Kesempatan tersebut Pimpinan BI Kantor Perwakilan Bangka Belitung memberikan pemaparan terkait dengan pengendalian inflasi, yang diikuti TPID kabupaten Bangka.

Rakor TPID kabupaten Bangka yang dilaksanakan pertama pada tahun 2016, merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Biro Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka belitung dan SKPD Kabupaten Bangka yang tergabung dalam tim.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help