Acara Ruwah di Desa Penagan Sudah Berumur Ratusan Tahun

kegiatan ruwahan yang dilaksanakan di Penagan tahun ini dilaksanakan berbagai kegiatan seperti lomba baca yasin untuk majelis taklim

Acara Ruwah di Desa Penagan Sudah Berumur Ratusan Tahun
(Dok: Humas Pemkab Bangka)
Acara Ruwah, Sabtu (15/5/2016) di Masjid Al Huda Penagan.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Peringatan Ruwah / Nisfu Sya’ban di Desa Penagan sudah diperingati sejak ratusan tahun lalu dan akan terus dilaksanakan oleh masyarakat untuk meningkatkan hubungan ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam.

Hal tersebut diungkapkan Ketua panitia Ruwah Desa Penagan, Effendi, ketika memberikan sambutan pada acara Ruwah, Sabtu (15/5/2016) di Masjid Al Huda Penagan.

"Peringatan ruwah di Penagan ini sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu dan akan terus dilestarikan yang sudah masuk dalam agenda pemerintah Desa Penagan," ungkap Effendi melalui rilis yang dikirimkan Humas PDE dan Santel Setda Bangka kepada bangkapos.com.

Menurutnya, dalam kegiatan ruwahan yang dilaksanakan di Penagan tahun ini dilaksanakan berbagai kegiatan seperti lomba baca yasin untuk majelis taklim, lomba pidato, dan adzan bagi masyarakat Desa Penagan serta membersihkan kubur serta tahlil dan puncaknya peringatan di Masjid Al Huda.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemda, dan pihak terkait yang telah mendukung kegiatan ini dan menyukseskannya," jelas Effendi.

Sekda Bangka H Fery Insani yang mewakili Bupati Bangka H Tarmizi Saat dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Bangka menyambut baik kegiatan yang dilakukan masyarakat Desa Penagan dalam melestarikan dan mengembangkan adat istiadat serta budaya seperti peringatan Maulud dan Muharram.

"Pemda Bangka di bawah kepemimpinan Bupati Bangka Tarmizi Saat dan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah saat ini mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan seperti KKSR, tapioka, lada. Kalau masyarakat mempunyai penghasilan yang baik maka masyarakat akan tentram dan menjalankan ibadah dengan baik dan tentram," ungkap Fery.

Staf Ahli Gubernur Babel Marwan yang mewakili Gubernur Babel mengatakan tiga pesan yang disampaikan Gubernur Babel yakni, peringatan ruwah ini memberikan makna bahwa orang masih hidup tetap menghargai orang yang sudah meninggal, kedua, masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap penyakit social Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) dan ketiga gubernur menyatakan keprihatinan kriminalitas yang semakin meningkat.

"Peran orang tua dalam mendidik anak-anak sangat penting untuk menjadikan generasi penerus lebih baik lagi," ungkap Marwan.

Kegiatan tersebut yang dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Arman, Staf Ahli Bupati Bangka, beberapa kepala SKPD Lingkungan Pemda Bangka, perwakilan Danrem, Danramil Mendobarat, Anggota DPRD Bangka dan Provinsi Babel itu juga dilaksanakan ceramah agama oleh Ustad Firman serta diakhiri tahlil dan acra Nganggu Sepintu Sedulang.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help