Istri Tersangka Ungkap Nama-Nama di Balik Kasus 22 Ton Timah Ilegal Bangka Barat

Sila mengaku banyak mengetahui latar belakang kejadian kasus 22 ton timah. Ia pun sempat mengungkapkan sederet nama-nama pihak

Istri Tersangka Ungkap Nama-Nama di Balik Kasus 22 Ton Timah Ilegal Bangka Barat
bangkapos.com/Deddy Marjaya
ilustrasi timah ilegal diamankan polisi 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sila warga Dusun Pisang Desa Tugang Kecamataan Kelapa Kabupaten Bangka Barat merasa kecewa dengan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Suami Sila, Unyil saat ini ditahan oleh jaksa di Rutan Muntok terkait kasus kepemilikan timah ilegal sebanyak 22 ton.

Puluhan ton timah tersebut diamankan di pinggir Sungai Jembatan Buton, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Selasa (15/12/2015) lalu

Dalam jumpa persnya di hadapan para awak media ia mengaku dan merasa yakin bukan cuma suaminya (Unyil) saja yang harus ditetapkan sebagai tersanngka sebab menurut sepengetahuan ia justru masih ada pihak-pihak lain terlibat dalam kasus serupa.

"Jangan cuma suami saya yang dijadikan tersangka sebab dalam perkara kasus timah ini masih ada pihak-pihak lain yang terlibat. Saya minta pihak kepolisian terus mengusut perkara pemilik timah lainnya," kata Sila dihadapan awak media, Rabu (25/5/2016) siang tadi di sela-sela menggelar jumpa pers di Kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan itu Sila mengaku banyak mengetahui latar belakang kejadian kasus 22 ton timah. Ia pun sempat mengungkapkan sederet nama-nama pihak yang diduganya ikut terlibat dalam kasus penyelundupan puluhan timah tersebut di antaranya, Af seorang pengusaha timah, termasuk At.

Bahkan dalam kasus itu pula menurutnya juga melibatkan seorang oknum aparat kepolisian asal Polair berinisial As.

"Saya ini sebenarnya cuma mau minta keadilan saja. Pihak-pihak yang terlibat itu juga semestinya mendapat perlakuan yang sama pula," harapnya.

Dalam berita sebelumnya disebutkan kasus penangkapan puluhan pasir timah tersebut berawal penangkapan yang dilakukan oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Babel, dalam kasus itu pihak kepolisian awalnya tak berhasil menangkap para pelaku, namun pihak kepolisian terus berupaya melakukan pengembangan, akhirnya pihak kepolisian berhasil mengamankan seorang tersangka yakni Unyil.

Selanjutnya oleh pihak Dit Reskrimum Polda Babel kasus itu pun dilimpahkan ke pihak Direktorat Reserse Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Babel.

Selain berhasil mengamankan sebanyak 22 ton pasir timah basah dan kering, pihak kepolisian pun berhasl mendapati speedboat, dua mobil jenis truk dan Kijang, dua sepeda motor, bahkan kapal motor berbobot 20 ton yang sudah siap menyelundupkan timah itu di lokasi kejadian (TKP).

Namun penangkapan puluhan ton timah ini bermula ketika polisi mendapati satu unit mobil jenis truk yang berisi pasir timah kering dan basah terparkir di pinggir sungai. Setelah itu ditemukan juga satu unit perahu speed lidah juga berisi kampil timah.

Selanjutnya setelah mendapat petunjuk dari temuan itu, pihak polisi langsung pun langsung menyisiri lokasi. Ternyata tidak jauh dari sungai, tim gabungan kembali menemukan ratusan kampil pasir timah di sebuah gudang kontrakan beserta satu unit truk, satu unit mobil Toyota Kijang dan dua unit sepeda motor yang terparkir di sekitar gudang, sementara jumlah pasir timah yang diamankan yakni sebanyak 558 kampil, terrdiri dari pasir timah dalam keadaan basah sebanyak 382 kampil dengan berat 13.708 kilogram (Kg), dan pasir timah kering sebanyak 206 kampil atau seberat 8.105 Kg.

Sejauh ini pihak-pihak terkait masih diupayakan dikonfirmasi termasuk pihak Polda Babel terkait penanganan perkara kasus puluhan ton timah yang sempat diamankan pihak Polda Babel itu. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved