Travelling

Perang Ketupat, Tradisi Menjelang Ramadhan Sarat Nilai Gotong Royong

Masyarakat Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 29 Mei mendatang

Perang Ketupat, Tradisi Menjelang Ramadhan Sarat Nilai Gotong Royong
bangkapos.com/riyadi
Prosesi adat Perang Ketupat kembali mempertemukan dua kubu (darat dan laut) terlibat perang ketupat di Pantai Pasir Kuning Tempilang, Minggu, (17/07/2011).

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masyarakat Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 29 Mei mendatang kembali menggelar tradisi Perang Ketupat.

Tradisi unik yang sayang untuk dilewatkan ini merupakan puncak acara ruwah di Kecamatan Tempilang‎ dan sudah menjadi agenda pariwisata Kabupaten Bangka Barat.

Mendengar kata Ketupat pasti langsung ‎terbayang makanan dari beras yang dibungkus daun kelapa muda.

PERANG KETUPAT

Di Pulau Bangka, Ketupat menjadi menu wajib yang harus ada disetiap rumah penduduk saat lebaran Idul Fitri, Idul Adha maupun lebaran Maulud hingga Ruwah.

Nah saat puncak acara tradisi Perang Ketupat yang akan digelar di pantai Pasir Kuning Tempilang, ada ‎dua kelompok masyarakat nantinya akan saling melempar ketupat ini kearah lawannya.

Tak ada dendam maupun sakit hati diantara mereka yang terkena lemparan ketupat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Rozali mengatakan, tradisi Perang Ketupat dan Taber Kampung saat ini sudah ditetpkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu warisan budaya tak benda.

"Ini sudah menjadi agenda wisata kita. Rencananya nanti pak gubernur, pak bupati, SKPD dan undangan lainnya akan hadir pada acara tersebut," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Rozali didampingi Kabidnya Sukandi, Rabu (2/5).

Halaman
12
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help