Baru Selesai Razia, TI Apung Langsung Masuk Lagi dan Beroperasi

Razia tim gabungan terhadapp TI apung disepanjang Sungai Perimping-Kianak, hanya berlangsung sebentar, karena terkendala hujan lebat disertai petir.

Baru Selesai Razia, TI Apung Langsung Masuk Lagi dan Beroperasi
Bangka Pos / Riyadi
Kapolsek Riausilip Iptu Christo Nender mendampingi Perwakilan massa dari berbagai dusun disekitar Sungai Perimping Achyarani (berkaca mata, kaus hitam), saat menyampaikan peringatan ke perwakilan TI apung Pri (rambut putih) asal Kayu Agung, di lokasi TI apung Sungai Perimping-Kianak, Jumat (27/5/2016).

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekitar 1-2 jam setelah Tim Gabungan dari Sat Polair, Polres Bangka, TNI Lanal Babel, Satpol PP Pemkab Bangka, meninggalkan lokasi razia puluhan TI apung rajuk ilegal, langsung kembali masuk ke Sungai Perimping-Kianak, untuk beroperasi melakukan penambangan secara ilegal. Sabtu (28/5/2016).

Razia tim gabungan terhadapp TI apung disepanjang Sungai Perimping-Kianak, hanya berlangsung sebentar, karena terkendala hujan lebat disertai petir.

Tiga perahu yang digunakan razia, juga kandas (air sungai sedang surut) di Kuala antara Sungai Lumut dengan Sungai Perimping, tidak jauh dari Tanjung Batu Desa Lumut Kecamatan Belinyu.

Razia tersebut, juga diikuti massa dari beberapa dusun di sekitar Sungai Perimping, yang ikut turun ke sungai untuk memantau.

Massa tersebut, menunggu di Tuguk kedua di Tanjung Batu-Sungai Lumut, sebagian massa masuk ke Sungai Lumut.
Mereka menunggu tim gabungan, agar masuk sampai ke Sungai Lumut dan Pulau Kianak atau sekitar Tanjung Batu.

Namun razia tidak bisa sampai ke Tanjung Batu dan Pulau Kianak serta masuk ke Sungai Lumut, karena terkendala beberapa hal tersebut.

Perwakilan massa Achyarani mengatakan, di sekitar Pulau Kianak, masih banyak TI apung.

"Di lokasi yang kemarin kita datangi (sekitar Pulau Kianak-Tanjung Batu) masih banyak TI apung, tapi yang masuk untuk sembunyi di anak-anak sungai juga banyak, yang masuk sembunyi di Sungai Lumut juga banyak," ungkap Achyar kepadabangkapos.com Sabtu (28/5/2016).

Sementara Hary bagian dari massa, bersama warga lainnya menggunakan perahu berbeda (tidak bersama rombongan Achyarani), masuk ke Sungai Lumut.

"Ini banyak yang masuk ke Sungai Lumut, Tim Gabungan ajak masuk ke Lumut saja," kata Hary.

Dikatakan Hary, sesaat setelah Tim Gabungan meninggalkan lokasi, maka banyak TI apung yang semula disembunyikan oleh penambang, langsung di bawa keluar anak sungai dan masuk dan beroperasi di sekitar Pulau Kianak-Tanjung Batu.

"Tim gabungan pulang, ya TI apung-TI apung langsung dikeluarkan dari lokasi persembunyiannya, lalu masuk lagi dan beroperasi lagi," ujar Hary.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved