600 Ketupat Sumbangan Warga Siap Dilempar Dalam Pesta Adat Perang Ketupat

Masyarakat dari empat desa di Kecamatan Tempilang, Minggu (29/5) kembali menggelar tradisi Perang Ketupat.

600 Ketupat Sumbangan Warga Siap Dilempar Dalam Pesta Adat Perang Ketupat
bangkapos.com/Iwan S
Ketupat yang akan digunakan untuk Tradisi Perang Ketupat, Minggu (29/5) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat dari empat desa di Kecamatan Tempilang, Minggu (29/5) kembali menggelar tradisi Perang Ketupat.

Tradisi tahunan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini dipusatkan di Pantai Pasir Kuning Desa Air Lintang.

Pantauan Bangk‎pos.com sebuah panggung lengkap dengan arena pelaksanaan Perang Ketupat sudah disiapkan di Pantai Pasir Kuning.

Para tamu dari pelosok pulau Bangka juga mulai ramai berdatangan.

"Acara akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Nantinya ada ritual pengusiran makhluk halus yang mengganggu desa dipimpin tokoh adat Keman.‎ Selanjutnya dilakukan perang ketupat oleh dua kelompok dan ditutup nganyeut Perae atau menghayutkan perahu di pantai pasir Kuning," ungkap Ketua RT 10 Desa Air Lintang Muharidin di lokasi acara Perang Ketupat.

Ia menjelaskan untuk pelaksanaan Perang Ketupat sudah disiapkan 600 butir ketupat sumbangan sukarela dari rumah kerumah warga empat desa yaitu Air lintang, Sinar Surya, Baneteng Kota dan Tempilang.

" Ada yang menyumbang lima biji, ada yang lebih minimal lima. Ini sudah dari tahun ke tahun," jelas Muharidin.

Tradisi perang ketupat sendiri merupakan rangkaian acara sedekah ruwah yang digelar masyarakat Tempilang.

Untuk sedekah Ruwah sudah dilaksanakan empat desa pada 14 Syakban minggu lalu.

"Ini puncaknya, ada taber kampung, perang ketupat dan nganyut perae‎," jelasnya.

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved