Panas Terik Mendadak Berubah Menjadi Hujan saat Tradisi Perang Ketupat Dimulai

Nuansa magis semakin terasa lantaran salah seorang pemuda berbaju pencak silat tiba-tiba kesurupan mahluk halus di acara adat Perang Ketupat.

Panas Terik Mendadak Berubah Menjadi Hujan saat Tradisi Perang Ketupat Dimulai
Bangkapos.com/Iwan Satriawan
Dua kelompok warga saling lempar ketupat pada puncak acara adat Perang Ketupat di Pantai Pasir Kuning Desa Airlintang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung, Minggu (29/5/2016). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Panas terik sinar matahari yang menerpa Pantai Pasir Kuning Desa Air Lintang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung, Minggu (29/5/2016) siang tiba-tiba berubah mendung saat tokoh adat Tempilang, Keman memulai prosesi Penimbongan.

Hujan tiba-tiba mengguyur wilayah tersebut seiring dengan menyebarnya asap putih dari dupa di tengah belasan pemuda berbaju pencak silat.

Sementara sejumlah penari diiringi musik tradisional dengan tenang membawakan tarian Serimbang mengelilingi belasan pemuda itu.

Nuansa magis semakin terasa lantaran salah seorang pemuda berbaju pencak silat tiba-tiba kesurupan mahluk halus.

Di tengah asap dupa yang terus mengepul, dua orang pemuda berpakaian pencak silat kemudian melakukan tarian Kedidi (tarian pencak silat menirukan kelincahan sejenis burung air bernama Kedidi) menggunakan golok dan tembung (tongkat kayu).

 

Prosesi awal adat Perang Ketupat dengan pembakaran dupa di Pantai Pasir Kuning Desa Airlintang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, Minggu (29/5/2016).(Bangkapos.com/Iwan Satriawan)

Ribuan penonton dan tamu kehormatan seperti Gubernur Babel Rustam Effendi, Bupati Babar Parhan Ali dan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya tampak serius menyaksikan ritual yang berlangsung.

‎"Memang seperti ini dari tahun ke tahun pas prosesi Penimbongan. Tahun tadi malah angin ribut menerpa lokasi ini, tapi tidak ada penonton yang kena," ungkap warga setempat sembari terus menyaksikan pelaksanaan prosesi Penimbongan.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help