Meski Baru Saja Kecelakaan, Fitria Tetap Nekad Ikut Tes SBMPTN

Ada yang sarankan anak saya itu istirahat saja dulu. Tak usah ikut SBMPTN, namun nanti ikut Jalur Mandiri bulan depan.

Meski Baru Saja Kecelakaan, Fitria Tetap Nekad Ikut Tes SBMPTN
IST
Meski belum sembuh benar dari kecelakaan lalu lintas, namun Fitria Lestari, alumni Madrasah Aliyah Negeri I Pangkalpinang ini tetap mengikuti SBMPTN di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Selasa (31/05/2016)

Laporan wartawan bangka pos, dodi hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Artinya: kehidupan di depan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.

Kondisi ini dialami Fitria Lestari, peserta SBMPTN 2016. Karena kecelakaan lalu-lintas, alumni Madrasah Aliyah Negeri I Pangkalpinang ini ‘terpaksa’ dipisahkan dari 1.828 peserta SBMPTN ketika tes tertulis berlangsung di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Selasa (31/05/2016) pagi.

Fitria, demikian sapaan akrapnya, mengisi lembaran jawaban ujian (LJU) Kelompok Soshum sendirian di ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBB. Meski kondisi fisik masih lemah, Fitria semangat menjawab semua pertanyaan tertulis.

“Ada yang sarankan anak saya itu istirahat saja dulu. Tak usah ikut SBMPTN, namun nanti ikut Jalur Mandiri bulan depan. Tapi Fitria tetap bersikukuh: ia tetap ikut tes tertulis SBMPTN hari ini,” ujar Siti Zuleha, sang ibu yang setia menemani ketika ditanya wartawan di luar gedung LPPM.

Fitria yang mengenakan hijab, duduk di sofa LPPM bertopangkan bantal di belakang punggungnya. Akibat kecelakaan Minggu (29/05/2016) malam, gadis muda ini kurang bisa menggerakkan tubuhnya. Karena itu ia menjawab soal SBMPTN sambil duduk.

“Ada dua jahitan di bagian kepala. Pinggang Fitria pun masih sakit,” tutur Alpi, sahabat Fitria yang juga setia menemani ayah dan ibu Fitria.

Supri (42), ayah Fitria, menuturkan sebelum kecelakaan terjadi anaknya mengendarai sepeda motor hendak pergi ke rumah salah seorang gurunya di Kemuja. Namun tanpa disangka di simpang jalan raya Desa Kemuja sepeda motornya ditabrak.

“Anak saya jatuh di bawah sepeda motor dalam kondisi pingsan. Fitria baru sadar ketika dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wara. Alhamdulliah fisiknya sudah agak pulih. Walau pinggang masih sakit dan kepala dijahit,” tutur Supri.

Panitia SBMPTN memang memberi ruang khusus kepada Fitria di ruang LPPM. Meski begitu, ia tetap diawasi oleh seorang pengawas SBMPTN.

“Itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi aturan khusus ini hanya untuk peserta SBMPTN yang mengalami kecelakaan. Syaratnya, sebelum tes SBMPTN berlangsung mareka harus melapor ke panitia SBMPTN,” ujar Dr Ismaini Zain, tim Monitor dan Evaluasi (Monev).

Perlakuan khusus itu, lanjut akademisi ITS ini, juga diberikan kepada peserta yang terkategori disabilitas.

“Tapi saya lihat di Panlok 24 ini peserta disabilitas itu tidak ada,” tukas Ismaini.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved