BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Dua Remaja Pemerkosa Gadis di Toilet SMP Dapat Prioritas

KEJAKSAAN mendahulukan pengadilan terduga pelaku yang masih di bahwa umur.

Dua Remaja Pemerkosa Gadis di Toilet SMP Dapat Prioritas
Bangka Pos / Iwan S
Kacabjari Belinyu Banan Prasetya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus dugaan pemerkosaan seorang gadis di toilet sebuah SMP di Kcamatan Riausilip Bangka, mulai bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Namun baru dua dari empat pelaku yang dihadirkan ke persidangan.

KEJAKSAAN mendahulukan pengadilan terduga pelaku yang masih di bahwa umur. Sedangkan tersangka yang berusia dewasa, perkaranya masih dalam tahap pemberkasan karena belum dinyatakan lengkap.

"Yang dihadirkan (diadili) yang anak-anaknya saja (dua pelaku dari empat pelaku -red). Sedangkan (pelaku) yang dewasa belum diadili, karena berkas perkaranya belum P21 (belum lengkap dan masih di penyidik -red)," kata Kepala Kacabjari Belinyu, Banan Prasetya usai sidang tertutup di PN Sungailiat, Selasa (31/5)

Dua pelaku usia bawah umur ini dipastikan Banan sudah berstatus sebagai anak berkonflik dengan hukum (istilah terdakwa bagi pelaku bawah umur -red). Keduanya (sebut saja namanya Bujang dan Kumbang), Selasa (31/5) mengikuti sidang beragenda keterangan saksi.

"Tadi (kemarin) agendanya keterangan saksi," katanya.

Sementara dua pelaku lainnya berusia dewasa masing-masing Andadarista alias Maman dan Eko Wanda alias Eko, diakui Banan, sempat dihadirkan ke ruang sidang saat Bujang (17) dan Kumbang (15) diadili oleh Hakim Tunggal Jonson Parancis.

"Namun (Tersangka) Andadarista alias Maman dan (Tersangka) Eko Wanda alias Eko, dihadirkan sebagai saksi (bukan terdakwa -red)," katanya.

Pada kesempatan yang sama Banan menyebutkan, dia selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) di perkara dugaan pemerkosaan itu, telah menyampaikan surat dakwaan di hadapan hakim.

"Dalam surat dakwaan, dua anak berkonflik dengan hukum ini (Bujang dan Kumbang), kami jerat menggunakan Pasal 285 KUHP atau 289 KUHP atau Pasal 286 KUHP atau 290 ke 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP," jelas Banan.

Budiono, Penasihat Hukum Bujang dan Kumbang ditemui secara terpisah usai sidang tertutup di PN Sugailiat, Selasa (31/5)mengatakan agenda mendengarkan keteragan saksi, mulai saksi korban, orangtuanya (orangtua korban) dan saksi dewasa (tersangka Maman dan Tersangka Eko).

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help