Dugaan Pengrusakan Lahan Jaksa Belum Siap Tuntutan

Ketua Majelis Hakim Jhon Paul Mangunsong,SH,MH mengingatkan kepada PU agar melihat nasib terdakwa.

Dugaan Pengrusakan Lahan Jaksa Belum Siap Tuntutan
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Sidang kasus dugaan pengrusakan lahan di PN Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Maejaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Kasus dugaan pengursakan tanah di Desa Mangkol Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah yang menjerat nama Hendri Saputra alias Lodai sebagai terdakwa memasuki pembacaan tuntutan Rabu (1/6/2016) di PN Sungailiat.

Sayangnya setelah Majelis Hakim yang diketuai Jhon Paul Mangunsong, SH, memberikan waktu 2 minggu untuk membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Sungailiat, Jaksa Penuntut Umum Agus Safitri, SH ternyata belum menyiapkan tuntutannya.

Mendengar keterangan Penuntut Umum tersebut, Ketua Majelis Hakim Jhon Paul Mangunsong,SH,MH mengingatkan kepada PU agar melihat nasib terdakwa.

"Waktu dan kesempatan sudah cukup kami berikan. Sudah 2 minggu. Tolong koordinasikan ke rekan di Kejari pikirkan bagaimana nasib terdakwa. Kalau belum siap bagaimana pun persidangan tetap kita lanjutkan,"ingat Jhon Paul Mangunsong kepada Penuntut Umum dari Kajati Babel.

Melihat kebelum siapan PU, akhirnya majelis hakim kembali menunda persidangan 2 pekan mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan. Namun, Pengacara hukum terdakwa, Jaelani SH meminta kesempatan kepada majelis hakim untuk menghadirkan saksi ahli dari PH terdakwa.

"Saksi ahli dari bagian pertanahan dan dari ahli pidana. Untuk melihat siapa yang menjadi korban,"ujar Jaelani kepada majelis hakim.

Setelah menimbang dan mempertanyakan kepada PU permintaan PH terdakwa tersebut, Majelis Hakim kembali memberikan kesempatan kepada PH terdakwa untuk menghadikran saksi ahli.

"Kita tunda 2 minggu dengan medengar keterangan ahli, tapi kalau tidak ada kita lanjutkan dengan tuntutan,"ujar Jhon kepada PH terdakwa dan Penuntut Umum.

Selain itu, PH terdakwa juga mengajukan untuk melampirkan bukti tertulis. Namun majelis hakim meminta bahwa bukti tersebut dilampirkan pada pembelaan. PH terdakwa juga meminta majelis hakim memperlihatkan foto barang bukti berupa kayu kepada terdakwa yang dikabulkan serta memanggil terdakwa maju ke depan persidangan untuk melihat barang bukti berupa foto tersebut.

Usai persidangan, JPU mengatakan dirinya hanya sebagai Jaksa Pengganti saja sehingga dirinya hanya menunggu perinta jaksanya saja.

"Sebenarnya inikan perkara kejari, dari kejari saya sebagai jaksa pengganti saja. Tinggal perintah dari jaksanya,"jelasnya kepada wartawan.

Diketahui Lodai dijerat pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun lebih.
Dilansir, Sidang kasus dugaan pengrusakan lahan milik Novriandi, warga Pangkalpinang di Desa Mangkol, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) seluas 2 hektar oleh terdakwa Hendri Saputra alias Lodai.

Lodai dilaporkan Novriandi ke Polda Babel dengan tuduhan pengruskan lahan tersebut. Hingga saat ini kasus masih bergulir di Pengadilan Negeri Sungailiat dengan sidang yang diketuai majelis hakim, jhon Paul Mangunsong, SH, MH.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved