BangkaPos/

Peluru Senapan Angin Bersarang Sedalam 5 Sentimeter di Kepala Juniarti

Peluru senapan angin tersebut masih bersarang sedalam sekitar empat sampai lima centimeter di tubuh bagian atasnya itu.

Peluru Senapan Angin Bersarang Sedalam 5 Sentimeter di Kepala Juniarti
BANGKAPOS.COM/AJIE GUSTI
Korban, Juniarti yang terbaring di RSUD Pangkalpinang, Selasa (31/5/2016) siang, usai peluru menembus bagian bawah telinga kirinya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Juniarti (39), ditemani keluarga dan anak-anaknya terlihat terlelap di ruang Melati RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Selasa (31/5) siang. Ada lubang dengan diamenter kurang lebih dua milimeter di bawah telinga kirinya.

Warga Desa Air Mesu, Bangka Tengah ini merupakan korban penembakan oleh tetangganya, DD (19) di teras rumah korban pada Senin (30/5) sekitar pukul 19.30 Wib.

Peluru senapan angin tersebut masih bersarang sedalam sekitar empat sampai lima centimeter di tubuh bagian atasnya itu.

Keluarga korban menuturkan, kejadian yang menimpa ibu empat anak ini terjadi setelah suami korban mendatangi pelaku yang telah berulang kali diduga melakukan pencurian ponsel.

"Selesai Isya korban keluar, tidak tahunya kami dengar bunyi senapan sebanyak sekali, lalu suaminya langsung keluar karena mendengar jeritan kesakitan, dan terlihat istrinya itu sudah terkapar, dia juga sempat lihat pelaku melarikan diri," ungkap adik kandung korban, Tapianti saat ditemui di RSUD.

Menurutnya, pelaku merupakan tetangga korban yang berjarak hanya sekitar lima meter.

"Ponsel kami saja sudah banyak hilang, tetangga situ juga sudah sering kehilangan juga. Bahkan adik korban pernah memergoki dia mencuri dan telah mengakuinya hingga dikembalikan ponselnya," ujarnya.

Bahkan, sebelum peristiwa itu, pelaku yang masih buron saat ini sempat melakukan pengancaman kepada keluarga korban.

"Pelaku sempat mengancam akan membantai keluarga korban karena dendam tidak terima dirinya dituduh mencuri ponsel anak korban, padahal maksud kedatangan keluarga korban sebelum kejadian untuk berdamai saja," tambah adik ipar korban, Alin.

Ia menjelaskan, keluarga korban bahkan pernah melaporkan kejadian pencurian ponsel sebanyak dua kali kepada kepolisian.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help