BangkaPos/

Sadis! Anggota DPRD Lampung, Pansor Dimutilasi Hidup-hidup

M Pansor dinyatakan hilang sejak 14 April 2016 dan dilaporan ke Polda Lampung. Selang dari itu, ditemukan mayat korban mutilasi di OKU Timur

Sadis! Anggota DPRD Lampung, Pansor Dimutilasi Hidup-hidup
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG, -- Korban mutilasi yang ditemukan di OKU Timur, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu, berdasarkan hasil tes DNA dipastikan korban merupakan M Pansor, anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan.

M Pansor dinyatakan hilang sejak 14 April 2016 dan dilaporan ke Polda Lampung. Selang dari itu, ditemukan mayat korban mutilasi di OKU Timur pada tanggal 21 April lalu.

Dari informasi setelah dilakukan otopsi, diduga M Pansor dimutilasi pelaku masih dalam keadaan bernyawa.

Dari hasil autopsi, terlihat kondisi pembuluh darah yang pecah karena pemotongan yang dilakukan masih segar. Inilah yang memastikan, jika M Pansor dimutilasi ketika masih bernyawa.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo yang menggelar jumpa pers di Gedung Anton Sujarwo Mapolda Sumsel menjelaskan, bagian tubuh manusia yang ditemukan di wilayah Polda Sumsel pada 21 April lalu berupa kepala, kaki kanan dan kiri di OKU Timur dan kemudian disusul 10 hari kemudian ditemukan potongan panggul dan lengan atas sebelah kiri awalnya tidak bisa memastikan identitas korban.

Karena sudah dalam kondisi rusak, sehingga diambilah teknis dan metode menentutkan identitas baik data antimortem dan pos mortem maupun material. Dengan kata lain, semuanya akan menggiring kesimpulan.

"Dari temuan awal di lakukan visum secara fisik, tetapi data tidak lengkap dan di umumkan ke masyarakat. Baru sekitar 5 Mei baru ada lima orang yang melaporkan bahwa ada keluarganya yang tidak pernah kembali. Kami tidak percaya 100 persen dengan laporan itu, kalau tidak melakukan tes kecocokan DNA antara korban dan keluarga," jelas Djoko, Senin (30/5).

Setelah disampaikan tanda-tanda, ciri, jenis kelamin, ada bekas luka dan sebagainya baru dilakukan konfirmasi kepada pihak terlapor.

Dari analisa awal memang ada kemiripan, namun mirip saja tidak cukup otentik dan identik untuk memastikan identitas korban.

Dilakukan tes DNA dengan mengambil sampel dari istri korban terutama anak korban bernama Marisa Elprilia. Karena, anak merupakan perpaduan antara bapak dan ibu yang dapat membuktikan kecocokan DNA.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help