BangkaPos/

Siswa SDN 13 Darmawisata ke Bangka Pos

Sebanyak 41 siswa SDN 13 Parit Pekir Sungailiat Kabupaten Bangka mengunjungi Kantor Bangka Pos Group, Sabtu (4/6/2016)

Siswa SDN 13 Darmawisata ke Bangka Pos
Bangka Pos / Dody
Sebanyak 41 siswa SDN 13 Parit Pekir Sungailiat Kabupaten Bangka berdiskusi jurnalistik di ruang rapat Bangka Pos Group, Sabtu (4/6/2016). 

Laporan Wartawan Bangkapos.com, Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA, – Sebanyak 41 siswa SDN 13 Parit Pekir Sungailiat Kabupaten Bangka mengunjungi Kantor Bangka Pos Group, Sabtu (4/6/2016). Kedatangan puluhan siswa kelas enam ini di dampingi 14 guru.

Selain mengunjungi Kantor Bangka Pos Group, rombongan siswa yang sedang menanti kelulusan ini juga mengunjungi Museum Timah di Pangkalpinang, Hutan Pelawan Kecamatan Namang Bangka Tengah, dan berakhir di Water Boom Desa Terentang Bangka Tengah.

“Kegiatan ini adalah darmawisata untuk siswa kami kelas enam. Sembari menunggu kelulusan, mereka kami ajak berwisata sambil menambah wawasan,” ujar Sri Mulayni, salah satu guru pendamping Darmawisata SDN 13 Parit Pekir Sungailiat, Sabtu (4/6/2016).

Menurut guru yang juga mengajar Pendidikan Agama Islam ini, tujuan kedatangan mereka ke Bangka Pos, berharap para siswa mendapatkan wawasan tentang jurnalistik dari Tim Redaksi Bangka Pos.

“Kegiatan ini untuk memotivasi anak didik kami agar menyukai dunia tulis menulis. Kami juga berharap mereka mengenal seluk beluk menerbitkan Koran,” tukas Sri.

Kedatangan rombongan darmawisata SDN 13 Parit Pekir ini mendapat sambutan dari News Manager Bangka Pos, Dodi Hendriyanto.

Sekitar satu jam para siswa yang baru berusia 11-12 tahun ini mendapatkan penjelasan singkat sejarah hadirnya Harian Pagi Bangka Pos, Harian Pagi Pos Belitung, Koran Babel News dan media online bangkapos.com.

“Apa kendala yang pernah dihadapi dalam menerbitkan Koran,” Tanya Yunitea Adang. Kemudian disambung pertanyaan murid lainnya. “Apa kesan yang sangat mendalam pernah dialami wartawan,” sambung Irma.

Beragam pertanyaan siswa ini mendapatkan jawaban dari News Manager Bangka Pos Group, Dodi Hendriyanto.

“Jadi wartawan itu mudah. Selama kita bisa menulis dan perduli terhadap lingkungan sekitar kita, maka sejatinya kita bisa menjadi wartawan. Yang paling berkesan saya alami adalah ketika saya bisa menolong seorang kakek yang mendapatkan kembali rumahnya, yang sudah delapan tahun dirampas orang lain. Bantuan yang saya lakukan hanyalah menulis kisah kakek tersebut,” ujar Dodi.

Setelah mendapatkan penjelasan seputar jurnalistik, akhirnya rombongan siswa dan guru yang menggunakan dua bus ini, bertolak ke Hutan Pelawan Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. (*)

Penulis: Dody
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help