Berkas Kasus Korupsi PDAM Bakal Dilimpahkan ke Pengadilan

Samsudin SH MH mengatakan tak lama lagi berkas perkara kasus korupsi PDAM Kota Pangkalpinang bakal dilimpahkan

Berkas Kasus Korupsi PDAM Bakal Dilimpahkan ke Pengadilan
Bangka Pos / Ryan Agusta
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang, Samsudin SH MH 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang, Samsudin SH MH mengatakan tak lama lagi berkas perkara kasus korupsi PDAM Kota Pangkalpinang bakal dilimpahkan pihaknya ke Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang.

"Minggu depan berkas perkara kasus PDAM itu akan kita serahkan ke pengadilan (Pengadilan Negeri Pangkalpinang--red)," kata Samsudin kepada bangkapos.com, Senin (6/6/2016) di gedung Kejari Pangkalpinang.

Ketika disinggung sejauh mana penanganan perkara kasus korupsi PDAM hingga sempat melibatkan perusahaan swasta selaku pihak kontraktor PT Darko Indonesia termasuk mantan walikota Pangkalpinang (H Zulkarnain Karim) yang dilakukan pihaknya namun sayangnya Samsudin tak menjelaskan secara detil.

Hanya saja menurutnya dalam kasus PDAM kota Pangkalpinang justru pihaknya menduga ada perbuatan gratifikasi hingga melibatkan seorang mantan pimpinan perusahaan milik daerah itu (PDAM Pangkalpinang).

"Dugaan kita persoalan tindak gratifikasinya dalam kasus korupsi PDAM itu tapi kita lihat saja di persidangan," jelasnya.

Rencana pelimpahan berkas perkara kasus PDAM itu setelah sebelumnya pihaknya ditegaskan Samsudin justru telah menerima hasil audit yang dilakukan oleh pihak Badan Pengawas Keuangan & Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Babel hingga ditemukan adanya dugaan kerugikan negara mencapai angka yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 2 miliar.

Seperti berita yang sempat dilansir harian ini menyebutkan pihak Kejari Pangkalpinang sendiri sebelumnya sempat menetapkan sedikitnya 3 (tiga) orang tersangka terkait kasus PDAM itu masing-masing yakni mantan Direktur PDAM kota Pangkalpinang, Budi Darma Setyawan dan Direktur PT Darko Indonesia, Kris Heri Widodo termasuk H Zulkarnain Karim (mantan walikota Pangkalpinang).

Dalam pengusutan perkara kasus dugaan korupsi PDAM Pangkalpinang pihak Kejari Pangkalpinang saat masih dijabat oleh Leonard Simanjuntak SH MH, bahkan perkara ini sempat dilaporkanya ke pihak lembaga anti rasua (KPK) selain sempat pula pihak Kejari Pangkalpinang memanggil sekaligus memeriksa sejumlah anggota DPRD kota Pangkalpinang dan Provinsi Babel diantaranya Ridwan Thalib, Junaidi Thalib, Suhaili Ishak, Usman Saleh, Osfindinar, Toni Purnama, Syamsuhardi, Syamsudin dan Sarpin.

Selain itu sejumlah mantan anggota DPRD kota Pangkalpinang lainnya yakni Ki Mansur, Salahudin, Suparman, Darmawan dan Arkani, sedangkan ketua Pansus PDAM masa itu yakni seorang anggota DPRD Provinsi Babel yakni Rustam Effendi (saat ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Babel) dan saat ini yang bersangkutan masih menjabat sebagai Gubernur Babel.

Pihak Kejari Kota Pangkalpinang saat itu sengaja mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Kota Pangkalpinang lantaran dana bantuan untuk kepentingan operasional PDAM Kota Pangkalpinang bersumber dari dana APBD Pemprov Babel & Kota Pangkalpinang hampir mencapai senilai Rp 80 M diduga diselewengkan. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved