Empat Brimob Ini Diduga Tahu Kasus Korupsi Melibatkan Pansek PN Jakarta Pusat

Brigadir polisi Ari Kuswanto, Brigadir polisi Dwianto Budiawan, Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto.

Empat Brimob Ini Diduga Tahu Kasus Korupsi Melibatkan Pansek PN Jakarta Pusat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjemput paksa empat anggota Polri terkait pengusutan kasus suap kepada Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.

Empat anggota Polri yang bertugas di satuan Brigade Mobil (Brimob) tersebut antara lain Brigadir polisi Ari Kuswanto, Brigadir polisi Dwianto Budiawan, Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto.

"Karena ini panggilan kedua, maka selanjutnya akan disertai dengan penjemputan paksa," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Menurut Yuyuk, pemanggilan empat personel korps Bhayangkara itu lantaran kedekatan mereka dengan Sekretaris MA Nurhadi.

"Info dari penyidik mereka adalah ajudan diperiksa karena kami menduga anggota Polri ini mengetahui apa hal-hal yang terkait dengan kondisi Nurhadi dan apa yang dilakukan oleh dia terkait dengan kasus ini," kata dia.

Untuk pemeriksaan hari ini, Yuyuk mengatakan pihaknya sebenarnya telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Badrorin Haiti.

KPK mengirimkan surat kepada Badrodrin agar membantu menghadirkan Ari, Dwianto, Fauzi, dan Andi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, keempat personel tersebut adalah para pengawal Nurhadi.

Mereka selalu mengawal ketika Nurhadi melakukan transaksi uang baik di rumahnya atau di tempat lain.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved