Nyamar Jadi Loper Koran dan Pengemis, Polisi Bongkar SPBU Kurangi Takaran BBM

Polisi menangkap lima orang saat tengah mengaktifkan alat untuk mengurangi takaran bensin di SPBU Bintaro, Tangerang Selatan.

Nyamar Jadi Loper Koran dan Pengemis, Polisi Bongkar SPBU Kurangi Takaran BBM
Tribunnews.com/Glery
Pengelola SPBU di Jalan Pahlawan, Rempoa, Ciputat, Jakarta, tertangkap tangan mengurangi takaran bahan bakar kepada konsumen. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sudah satu bulan lebih polisi berpakaian preman bolak-balik ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-12305 di Jalan Raya Veteran Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, sampai akhirnya menggerebek SPBU itu Kamis (2/6/2016) lalu.

BACA: Utusan Tuhan Asal Pekalongan Ngaku Telah Kirimkan Kitab Sucinya ke Presiden Jokowi dan SBY

Lima orang diringkus, BAB (47), AGR (34), D (44), W (37) dan J (42), mereka pengelola dan pengawas SPBU yang berkomplot mengurangi jumlah takaran.

Kelimanya sedang bertugas saat diringkus tengah mengaktifkan alat untuk mengurangi takaran bensin. Kini, mereka sudah jadi tersangka.

BACA: Aming Tunjukkan Istrinya yang Cewek Tulen, Netizen Langsung Bilang 'Ya Allah Cantik Banget'

Polisi kemudian mengamankan satu unit mesin digital regulator stabilizer merk BOSTECH, dua unit alat pengendali jarak jauh, tiga unit alat atau komponen tambahan merk OMRON yang dimasukkan di dalam dispenser pengisian BBM dan dua unit struk pembelian BBM dari SPBU.

"Ini pertama kalinya kami menemukan alat pengendali jarak jauh untuk mengontrol takaran di SPBU, modus baru," kata Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Vivid.

BACA: Waspada, Bila Tubuh Sering Alami Kesemutan, Bisa Jadi Anda Menderita Penyakit Ini

Makanya, kata Adi, sejak melakukan penyelidikan, pihaknya setengah mati mencari tahu jam para pelaku mengaktifkan alat tersebut.

"Sebab, ini bisa saja mereka langsung kembali ke takaran semula begitu digerebek," kata Adi sembari menambahkan selama satu bulan itu pihaknya menganalisa betul jam takaran berubah jadi tak normal.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved