Kisah Sukses Rahman Pananto Tukang Cuci Piring Jadi Chef Sushi Bergaji Rp 200 Juta

Kini Rahman Pananto sudah menjadi kepala chef sushi di sebuah restoran Jepang di kota Fairfax, Virginia, AS.

Kisah Sukses Rahman Pananto Tukang Cuci Piring Jadi Chef Sushi Bergaji Rp 200 Juta
Voa Indonesia
Rahman Pananto 

“Semua ikan kita ada sertifikatnya,” kata Rahman.

“Jadi vendor kita atau penjual ikan kita itu menggaransi ikan kita itu aman untuk dikonsumsi. Jadi ada dua tipe ikan. Ikan yang biasa, harus matang kalau dimakan. Ini mentah dimakan, aman. Jadi kalau ada orang sakit, kita bisa menuntut (vendor),” lanjutnya.

Selain itu Rahman juga harus menggunakan keahliannya dalam menghias sushi dan piring yang akan disajikan kepada pelanggan.

“Biar enak dipandang mata saat disajikan,” ujar alumni dari fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kemampuan Rahman juga diuji saat restoran tempat ia bekerja diramaikan oleh pelanggan.

“Tantangan sehari-hari ya dari kita sendiri. Maksudnya skill, kecepatan bikin sushi dan kualitas produk. Tetap bagus walau dalam tempo waktu yang sedikit. Misalnya dalam prime time kita, waktu makan malam jam 6 sampai 9,” kata pria yang juga menyambi sebagai loper koran di negara bagian Virginia sejak tahun 2006 ini.

Yang menarik adalah ketika ia harus melayani pelanggan yang belum pernah mencoba makanan khas Jepang ini.

“(Pelanggan) itu (rasa ingin tahunya) tinggi. Seperti dari mana ikan kita? Bagaimana cara membuatnya? Rasanya bagaimana? Nah, itulah salah tugas kita untuk menjelaskan ke mereka-mereka (tentang) produk-produk kita,” jelas pria yang hobi berbagi pengalaman dengan sesama chef ini.

Bagi pelanggan yang belum pernah mencicipi sushi, biasanya Rahman menawarkan menu sushi dengan ikan yang matang.

“Kalau mereka belum pernah makan ikan mentah, biasanya saya lebih prefer ke yang vegetable dulu. Habis itu kalau ikan yang matang dulu,” jelas pria yang berencana untuk membuka kedai atau restoran sushi di Indonesia suatu hari nanti.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help