Cari Solusi Cegah Banjir, Mahasiswa Teknik Tambang UBB Buat 50 Lubang Biopori

Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) membuat 50 lubang biopori

Cari Solusi Cegah Banjir, Mahasiswa Teknik Tambang UBB Buat 50 Lubang Biopori
IST
Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) membuat 50 lubang biopori di Desa Jada Bahrin, Merawang, beberapa waktu lalu.

Laporan wartawan bangka pos, dodi hendriyanto

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) membuat 50 lubang biopori di Desa Jada Bahrin, Merawang, Senin pekan lalu. Lubang biopori ini dibuat untuk menciptakan daerah resapan buatan.

Pembuatan lubang biopori di atas lahan kebun sawit itu disaksikan Kepala Dusun (Kadus) Limbung Desa Jada Bahrin, Kudir. Kadus ini mengaku bangga dan gembira ketika menyaksikan mahasiswa/i bahu-membahu membuat lubang biopori menggunakan alat biopori model U.

Ketua Angkatan 2015 Teknik Pertambangan UBB Billy Andriko mengemukakan, kegiatan membuat lubang biopori ini sebagai salah satu bentuk pengabdian mahasiswa/i Teknik Pertambangan kepada masyarakat.

“Lubang biopori kami buat untuk meningkatkan persediaan air bersih di Desa Jada Bahrin. Sebab secara mekanis lubang biopori memang dapat menyimpan air,” ujar Billy Andriko, Minggu (12/06/2016).

Pembuatan lubang biopori dilakukan di koordinat 2°02'37.1"S 106°03'29.7"E. Tepatnya di kebun sawit milik warga setempat, dengan kondisi lahan bergambut.

Lubang biopori dibuat dengan diameter 10 centimeter (cm) dan dengan kedalaman 80 hingga 100 cm. Jarak antar lubang relatif jauh, yakni sekitar dua hingga empat meter.

Di dalam setiap lubang biopori, sengaja diisi sampah organik (kompos) dan batu kerikil. Tujuannya untuk mengundang fauna tanah, seperti cacing, yang akan menciptakan rongga-rongga di dalam tanah.

Selanjutnya rongga-rongga itu akan menjadi ‘saluran air’ ke dalam tubuh tanah.

“Dengan adanya lubang biopori itu maka air di atas permukaan tanah akan langsung masuk ke dalam lubang, kemudian tersimpan dan menjadi cadangan air tanah. Kalau pun air menguap, takkan begitu besar, sebab ia terhalang sampah organik,” ulas Muhammad Rizki Aulia, seorang mahasiswa Teknik Pertambangan UBB.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved