FFG Gelar Donor Darah Serentak di Lima Benua

Freedom Faithnet Global (FFG) Community secara serentak melakukan kegiatan donor darah di lima lima benua

FFG Gelar Donor Darah Serentak di Lima Benua
bangkapos.com/Nurhayati
Leonardo, Koordinator FFG di Bangka, sedang mendonorkan darahnya saat di lima lima benua, di 27 negara dan 80 titik termasuk di Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Bangka, Selasa (14/6/2016) malam di Taman Sari Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Freedom Faithnet Global (FFG) Community secara serentak melakukan kegiatan donor darah di lima lima benua, di 27 negara dan 80 titik termasuk di Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Bangka, Selasa (14/6/2016) malam di Taman Sari Sungailiat.

Negara-negara yang melakukan donor darah serentak ini diantaranya di Australia, Benin, Burkina Faso, Cambodia, Cameron, China, Cote D'Ivoire, Germany, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Mali, Nederland, Nigeria, Philippines, PNG, Republique Du Congo, Senegal, Singapore, South Korea, Timor Leste, Togo, UEA, USA dan Vietnam.

Sedangkan donor darah serentak di Indonesia dilakukan di Ambon, Bali, Balikpapan, Banda Aceh, Bandung, Bangka, Banjarmasin,Banyuwangi, Batam, Bekasi, Blitar, Bogor, Bone,Bontang Depok, Jakarta, Jambi, Jember, Kudus, Kupang, Kutai Barat, Megelang, Makasar, Malang, Maumere, Manado, Medan, Palembang, Palu, Pare Pare
Polewali, Sangatta, Samarinda, Semarang, Solo, Surabaya, Tangerang
Tenggarong, Tuban dan Yogyakarta.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung "Hari Donor Darah Dunia" pada 14 Juni 2016.
Untuk itu Komunitas FFG mengajak masyarakat berpartisipasi melakukan donor darah yang dilaksanakan dari jam 17.00 hingga 19.00 di Markas PMI Kabupaten Jalan Ki Hajar Dewantara (Taman Sari) Depan Lanal Babel.

"Untuk Indonesia kita bikin di 41 daerah. Hari ini kita bikin di Sungailiat dan Pangkalpinang. Kita mengadakan donor darah ini untuk sosial. Di Bangka ini kita adakan karena kebetulan saya juga pas pulang ke Bangka, saya orang Bangka juga. Misi kita menjangkau seluruh kota dimana ada komunitas FFG kita adakan," jelas Leonardo, Koordinator Lapangan Komunitas FFG di Bangka kepada bangkapos.com, Selasa (14/6/2016) di Markas PMI Kabupaten Bangka.

Diakuinya stok darah di PMI apalagi saat bulan Ramadan ini sangat sedikit. Untuk itu Komunitas FFG memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergabung melakukan donor darah.

"Siapa pun boleh menyumbangkan darah. Target kita 30 hingga 50 orang karena ini baru pertama kali diadakan. Rencananya kita akan adakan rutin setiap tahun dalam rangka donor darah sedunia. Saya dengar dari Pak Tego Ketua PMI Kabupaten Bangka kebutuhan darah untuk Sungailiat sekitar 12 sampai 15 kantong darah per hari tetapi stok darah sendiri sangat sedikit bisa dibilang hampir nggak ada. Itulah mengapa kami tergerak untuk membuat acara disini," papar Leo.

FFG menurutnya komunitas yang menekankan pengembangan diri yang memberikan dampak untuk masyarakat. Selain mengadakan donor darah, FFG juga sering mengadakan sosialisasi bahaya narkoba, dan memberikan motivasi bagi masyarakat yang mengalami tantangan dalam kehidupannya untuk membangkitkan diri agar menjadi pribadi yang lebih.

"FFG sudah mengadakan banyak event seperti di Bali beberapa tahun lalu kita membuat event di 50 titik desa di desa miskin, kita lakukan bedah rumah. Kita memberikan kontribusi untuk masyarakat," jelas Leo.

Menurutnya di Komunitas FFG ini bergabung berbagai lapisan masyarakat baik dari kalangan profesional, pengusaha, mahasiswa, menteri, ambasador dan lainnya.

"Komunitas FFG ini non profit kita tidak memungut biaya apa pun. Kita melayani dari hati memberikan kontribusi. Jadi dana kita keluarkan uang dari pribadi masing-masing," ungkap Leo.

Komunitas FFG ini sudah tersebar di 70 negara yang berdiri tahun 2003 oleh Onggy Hianata, orang Indonesia yang menjadi pendiri FFG.
"Gerakan ini adalah gerakan cinta kasih," kata Leo.

Dia berharap melalui donor darah serentak ini dengan menyumbang satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa. Oleh karena itu Komunitas FFG akan melakukan sosialisasi agar masyarakat makin sadar. "10 menit mendonorkan darah. Mungkin hari ini kita donorkan darah, kita tidak tahu kedepannya orang lain yang mendonorkan darahnya untuk kita," ungkap Leo.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved