Ternyata Cara dan Menu Berbuka Puasa Kita Selama Ini Keliru

Dokter ini menyarankan berbuka puasa dengan minum jus atau hanya sari buah yang secara alami mengandung fruktosa dan glukosa.

Ternyata Cara dan Menu Berbuka Puasa Kita Selama Ini Keliru
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Kalau diperhatikan, menu berbuka puasa atau hidangan takjil yang banyak dijual adalah makanan maupun minuman yang manis.

Makanan dan minuman manis memang nikmat jika dikonsumsi pada waktu berbuka puasa. Tenaga seakan terisi kembali setelah puasa makan dan minum selama sekitar 13 jam.

Dokter spesialis gizi klini Samuel Oetoro mengatakan, kadar gula darah memang turun saat puasa sehingga tubuh terasa lemas.

Makan makanan manis dapat menaikkan kadar gula darah yang kemudian menjadi energi. Namun, jangan makan makanan manis yang berlebihan atau terlau manis.

"Memang bagus berbuka dengan yang manis, tetapi kalau manisnya kebanyakan kolak, teh manis, cendol, hanya manis sesaat," ujar Samuel seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Samuel mengungkapkan, makanan maupun minuman terlalu manis bisa membuat kadar gula darah melonjak dengan cepat sehingga memberatkan kerja pankreas dalam menghasilkan insulin. Insulin membantu penyerapan gula darah ke sel-sel di tubuh.

Ia menyarankan, berbuka dengan minum jus atau hanya sari buah yang secara alami mengandung fruktosa dan glukosa.

"Minum jus, gula darah juga akan naik, tapi naikknya gula darah sehat dan tidak menbenani pankreas," kata Samuel.

Selain itu, berbuka Puasa dengan kurma juga sudah cukup untuk menaiikan gula darah. Hindari terlalu kalap ingin melahap semua hidangan di meja, seperti minum teh manis, lalu makan kolak dan es buah.

Setelah itu bisa dilanjutkan dengan salat Magrib. Selesai salat, jika ingin makan besar juga jangan berlebihan makanan manis. Hal ini bisa membuat tubuh malah lemas saat menjalani salat tarawih.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved