Keberadaan Bank SMS Bisa Menunjang Perekonomian Babel

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung (Babel) Bayu Martanto menilai keberadaan Bank Sentral Mitra Sejahtera (SMS)

Keberadaan Bank SMS Bisa Menunjang Perekonomian Babel
Nurhayati/Bangkapos.com
Direktur Bank Sentral Mitra Sejahtera Jumali saat menyampaikan sambutannya Rabu (15/6/2016) pada peresmian Bank Sentral Mitra Sejahtera. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKA POS.COM,BANGKA-- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung (Babel) Bayu Martanto menilai keberadaan Bank Sentral Mitra Sejahtera (SMS) bisa menunjang perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diakuinya perkembangan ekonomi terkini di Babel, kendati ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik ini, tetapi perbankan umum masih tumbuh pada tahun 2016 ini sekitar 10,19 persen dimana dari dana Rp 14,3 trilyun menjadi Rp 15,8 trilyun.
Kondisi ini didorong oleh dana pihak ketiga dari 13,4 persen menjadi 14,7 persen.

"Pertumbuhan dana ini didominasi komposisinya oleh tabungan dan deposito, mungkin ini refleksi juga karena ekonomi melambat jadi pengusaha wait and see dulu jadi ditaruh di tabungan dan deposito," jelas Bayu dalam sambutannya, Rabu (15/6/2016) saat peresmian Bank Sentral Mitra Sejahtera.

Sedangkan dari sisi kredit perbankan umum menurutnya masih tumbuh walaupun tumbuh 1,6 persen akibat kondisi ekonomi yang melambat dari 13,7 persen menjadi 13,8 persen. "Untuk penyaluran kredit ini sendiri, ini yang saya sampaikan bank umum mayoritas ke sektor produktif," kata Bayu.

Dana tersebut banyak disalurkan ke kredit modal kerja dan investasi sebesar 49,9 persen, sedangkan untuk kredit konsumsi hanya sebesar 30 persen. Penyalurannya untuk sektornya tetap sektor utama pertambangan sebesar 23 persen, perdagangan sebesar 20 persen, dan pertanian sebesar 6,4 persen.

Untuk dana pihak ketiga pada perbankan umum ini mempengaruhi fungsi intermediasi bank dari sebelumnya bisa 101 persen turun menjadi 95 persen.

Sementara untuk kredit bermasalah diperbankan umum, lanjutnya dalam batas aman yakni 5 persen, jika diatas 5 persen maka bank perlu membentuk tim untuk mengatasi kredit bermasalah.

Sedangkan untuk kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bayu menilai masih positif justru pertumbuhannya 25 persen dimana total asetnya di bulan pertama dari Rp 100 milyar menjadi 125 milyar.

Dari sisi dana pihak ketiganya BPR di bulan pertama Rp 88 milyar masih tinggi. Sedangkan untuk kredit BPR lanjutnya seperti bank umum agak melambat malah menjadi penurunan 0,3 persen dengan jumlah Rp 102 milyar.

"Ini barangkali BPR SMS ini bisa nanti diharapkan ikut berperan karena peluangnya masih banyak dan fungsi intermediasi itu. Peluang investasinya masih cukup besar. Membuat kompetisi persaingan menjadi semakin bagus dan bisa memberikan impack-nya terhadap ekonomi Bangka Belitung," harap Bayu.

Dijelaskannya dari sisi inflasi cukup rendah pada bulan Mei hanya 0,3 persen sejak tahun 2015 lalu. Jika inflasi secara nasional rendah makanya suku bunga rendah dimana sektor tambang lebih mudah mendapatkan kredit.

"Untuk tahun 2016 kami perkirakan pertumbuhan ekonomi antara 3,6 persen sampai 4 persen. Inflasi masih aman masih batas masuk target dari yang ditetapkan pemerintah yaitu 4 ± 1 persen," jelas Bayu.

Dia menilai Bank Sentral Mitra Sejahtera ini sasarannya UMK yang jumlahnya cukup banyak di Kabupaten Bangka sehingga bisa optimal mendukung perekonomian di Babel.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved