Ramadan 2016

Ternyata Kolak Tak Disarankan Untuk Menu Berbuka Puasa, Ini Alasannya Menurut Ahli

Salah satu yang menjadi pemicu meningkatkan berat badan adalah jenis makanan saat buka puasa seperti

Ternyata Kolak Tak Disarankan Untuk Menu Berbuka Puasa, Ini Alasannya Menurut Ahli
resepkecilku.com
Kolak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Ketika menjalankan puasa Ramadan, banyak yang mengeluh karena berat badannya justru mengalami peningkatan.

Mengapa demikian?

Ahli Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Ides Haeruman Taufik berpendapat, di Indonesia karakter di sahur itu makanannya saayana (seadanya), sedangkan buka puasa itu sadayana (semuanya) dimakan.

"Itu yang jadi permasalahan karena penyerapan protein tidak optimal," kata Ides.

Secara penelitian, penyerapan protein itu mencapai 30 persen kalau pada saat tidak puasa.

Tapi pada saat puasa penyerapan protein itu mencapai 85 persen.

"Hal itu bisa dilihat dari seringnya buang besar. Ketika puasa itu seharusnya jumlah kotorannya sedikit, berbeda ketika tidak puasa yang kotorannya lebih banyak," ujar Ides.

Salah satu yang menjadi pemicu meningkatkan berat badan adalah jenis makanan saat buka puasa seperti kolak.

Menyantap kolak sebagai menu takjil ternyata tidak disarankan. Apa alasannya?

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help