80 Persen Warganya Perempuan Muda dan Sudah Tak Bersuami, Kampung Janda Namanya

"Di RT saya saja, dari 65 kepala keluarga (KK), ada sekitar 30 perempuan yang menjanda," kata Ketua RT 05, Ade Suryadi kepada TribunnewsBogor.com.

80 Persen Warganya Perempuan Muda dan Sudah Tak Bersuami, Kampung Janda Namanya

"Nah makanya istri-istrinya pada menjanda, dan longsor yang menelan korban jiwa di sana bukan sekali dua kali saja," jelasnya.

Selain itu, faktor nikah muda di kampung tersebut juga menjadi penyebab banyaknya perempuan yang menjanda.

"Di sini ada yang umur 17 tahun sudah jadi janda dua kali, 12-14 sudah pada menikah dan jadi janda. Saya saja sudah punya cucu, padahal usia masih 30 tahunan," ujarnya sambil tertawa.

Hidup Serba Kekurangan

Tak hanya laki-lakinya yang bekerja sebagai penggali pasir dan pemecah batu, para perempuannya juga bekerja sebagai penyaring pasir.

Iis (50), seorang janda beranak enam di Kampung Panyarang, atau akrab disapa Kampung Janda ini, hidup serba kekurangan.

Di sebuah rumah yang tak layak huni, ia tinggal bersama ketiga anaknya yang sudah besar.

Satu anak perempuannya yang paling besar sudah menikah, dan dibawa suaminya ke Jakarta.

Sedangkan dua anak laki-lakinya yang masih kecil-kecil, tinggal bersama neneknya di Cijeruk.

Suaminya meninggal, saat usia anak-anaknya masih kecil, sekitar delapan tahun yang lalu.
Ini salah satu rumah di kampung janda itu. (Tribunnews Bogor)

Editor: Admin 1
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved