Inflasi di Babel Masih Terkendali

Perkembangan situasi perekonomian saat ini terkesan melambat secara nasional

Inflasi di Babel Masih Terkendali
bangkapos.com/dok
Bayu Martanto Kepala Perwakilan BI Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM. BANGKA -- Perkembangan situasi perekonomian saat ini terkesan melambat secara nasional.

Begitu pula terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) juga mengalami hal serupa.

Seperti halnya pada triwulan I 2016 tercatat perekonomian provinsi Babel tumbuh sebesar 3,30 % (yoy) melambat dari triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,28 % (yoy).

"Perlambatan ekonomi terjadi di beberapa sektor utama diantaranya sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Babel, Bayu Martanto, dalam rilis yang disampaikanya kepada bangkapos.com, Kamis (16/6/2016).

Selanjutnya menurut ia penurunan kinerja sektor industri pengolahan ini salah satunya disebabkan oleh menurunnya kinerja industri Crude Palm Oil (CPO) memberikan pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi Babel.

"Penurunan kinerja sektor ekonomi dan melemahnya ekspor Babel masih disebabkan oleh rendahnya harga komoditas dunia akibat perlambatan ekonomi dunia," jelasnya.

Jika dilihat dari sisi pengendalian harga maka Babel mengalami Inflasi sebesar 0,39 % (mtm) atau 4,41 % (yoy). Pada bulan Mei 2016 dan masih sesuai dengan inflasi BI yaitu sebesar 4 % ± 1 % (yoy).

"Inflasi terjadi di semua komponen dan terutama masih bersumber dari komponen bahan makanan bergejolak (Volatile Food). Termasuk komponen harga barang yang diatur oleh pemerintah (adminitered prices)," demikian ungkapnya.

Menurutnya lagi untuk meredam resiko Inflasi yang mungkin timbul di bulan ramadhan tim Pengendalian Inflasi daerah Babel telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilisasi harga antara lain dengan penguatan stok pangan pemerintah, pemantauan harga di level distributor, pemantauan kecukupan stok pangan serta pelaksanaan operasi pasar murah dan penyaluran rastra.

"Di tengah perlambatan ekonomi stabilitas sistem keuangan (SSK) provinsi Bangka Belitung pada triwulan I 2016 masih terjaga walaupun terjadi perlambatan penyaluran kredit dan peningkatan NPL yang perlu mendapat perhatian," katanya.

Selain itu indikator makro SSK semisal adanya pertumbuhan aset, dana pihak ketiga dan penyaluran kredit masih mengalami pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 10,16% (yoy), 9.17 % (yoy) dan 1,64 % (yoy).

"Loan to deposit ratio pada triwulan laporan adalah 94,49 %, sementara ratio non performing loan tercatat hanya 4,23 %," kata Bayu.

Selanjutnya dari sistem pembayaran tunai pada triwulan laporan tercatat mengalami Inflow sebesar Rp 575,98 miliar dan Outflow sebesar Rp 193,86 miliar. Sementara itu dalam rangka Clean Money Policy, BI secara rutin melakukan kegiatan kas keliling selama triwulan I 2016 yang dilakukan di sejumlah tempat di pulau Bangka.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help