Sekarang Lagi Ramai di Media Sosial, Tradisi Warga Mencabik-cabik Mayat

Puluhan warga Banjar Buruan, Desa Pekraman Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring Gianyar, Bali langsung siaga.

Sekarang Lagi Ramai di Media Sosial, Tradisi Warga Mencabik-cabik Mayat
Tribun Bali
Warga berebut mencabik mayat yang akan dibawa ke Setra di Banjar Buruan Tampaksiring, Bali, Kamis (19/2/2016). 

BANGKAPOS.COM, GIANYAR - "AIIIITT...!" Begitu pekikan seorang pria terdengar keras memberikan isyarat sembari mengangkat kedua tangannya di depan gapura rumah almarhum, Gusti Putu Karang (68) yang meninggal enam hari yang lalu, Kamis (19/2/2015).

Sejurus kemudian, tanda tersebut direspon dengan hentakan baleganjur.

Puluhan warga Banjar Buruan, Desa Pekraman Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring Gianyar, Bali langsung siaga.

Pekikan demi pekikan bertalu, seakan mereka tidak sabar menunggu momen itu.

Tak berselang lama, sejumlah pria berbadan kekar keluar mengangkat mayat yang sudah terbungkus rapi oleh kain kafan, batik, tikar, hingga dua lapis rantai bambu.

Guyuran air dari rumah warga menghujani jalanan.

 Saat itulah di mana tradisi mesbes bangke (mencabik kain mayat) dimulai.

"Aiit, aaiit, aiiitt...!,".

Hanya itu suara yang terdengar di tengah hentakan baleganjur yang semakin mengeras.

Semangat warga seakan semakin membara.

Halaman
1234
Editor: Admin 1
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved