5 Tahun Pelabuhan Perikanan Nusantara di Bangka Mati Suri, Kapal Besar Angkut Ikan ke Jakarta

"Februari lalu yang airnya gak ada, nelayan yang mau masuk muara dari sungai harus antre dan ada yang hampir rugi total karena ikannya busuk.''

5 Tahun Pelabuhan Perikanan Nusantara di Bangka Mati Suri, Kapal Besar Angkut Ikan ke Jakarta
Bangka Pos/*
Suasana di Dermaga Jelitik PPN Sungailiat. 

SUNGAILIAT, BANGKA POS - Hidup segan, mati tak mau. Peribahasa ini mungkin menggambarkan kondisi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dikenal sebagai pelabuhan yang kaya ikan, karena lokasinya berhadapan dengan daerah tangkap ikan, PPN Sungailiat justru tidak berkembang sesuai master plan sejak tahun 2011 tak berjalan.

Mandeknya pembangunan dan mirisnya kondisi PPN Sungailiat ini tidak sejalan dengan semangat Presiden Joko Widodo yang menginginkan pembangunan di tanah ini lebih mengedepankan sektor kemaritiman.

Pada Rabu (15/6) lalu pun, presiden memperkuat komitmennya dengan memerintahkan Menko Kemaritiman mengkoordinasikan penguatan kebijakan kelautan sederhana dan implementatif dalam waktu secepatnya.

"Presiden memberi waktu sampai Juli, agar kebijakan ini segera dibuat," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam jumpa pers usai rapat terbatas membahas penguatan kebijakan kelautan dan industri perikanan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (15/6) lalu.

BACA JUGA: INDONESIA-CINA MEMANAS KAPAL TNI AL TEMBAK PENCURI IKAN DI NATUNA CINA PROTES

Pramono Anung dalam jumpa pers bersama Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan perlunya kampanye makan ikan sebagai ganti daging.

"Ini karena makan ikan tidak ada halal atau haram. Ini akan dilakukan untuk mengganti daging," kata Pramono.

Muara di PPN Sungailiat

Belum lama ini, Bangka Pos berusaha memotret aktivitas PPN Sungailiat yang saat ini terus mengalami pendangkalan. Masuk dari gerbang PPN, Bangka Pos disambut tempat pelelangan ikan dan tempat sandaran ratusan perahu. Siang itu, selain aktivitas bongkar muat ikan, beberapa nelayan terlihat hanya sekadar berkumpul menunggu kedatangan perahu.

Halaman
1234
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help