Pria Ini Penjahat Kelamin Asli, Keponakan Sendiri Pun Dicabuli dari TK hingga Kelas 3 SD

Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Pontianak.

Pria Ini Penjahat Kelamin Asli, Keponakan Sendiri Pun Dicabuli dari TK hingga Kelas 3 SD
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean menunjukkan foto paspor tersangka CK, Senin (20/6/2016). Pihaknya akan terus memburu tersangka yang kini diketahui berada di Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Pontianak.

Kali ini, korban berinisial SN (9) diduga mengalami kejahatan seksual yang dilakukan oleh pamannya sendiri, berinisial CK.

Korban SN yang kini sudah kelas 3 SD, mengaku mendapat perlakuan bejat dari pamannya sejak ia masih TK.

Kasus ini terkuak, setelah ibu korban melaporkan aksi bejat sang paman ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengungkapkan, awalnya Polresta Pontianak baru menerima pengaduan.

Setelah dua pekan menerima pengaduan, pihaknya meningkatkan proses hukum kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

"Karena di situ ada alat bukti yang bisa untuk ditingkatkan ke proses penyidikan. Sehingga kami naikkan menjadi laporan polisi," ungkapnya, Senin (20/6/2016)

Pengaduan yang diterima pihaknya, berupa surat dari orangtua korban.

Pada saat aduan tersebut disampaikan, terlapor tidak berada di wilayah Indonesia.

"Sudah berada di Malaysia, jadi kasus tersebut dilaporkan pada saat tersangka sudah di sana. Proses penyidikan kami sudah berjalan, alat bukti juga sudah cukup. Dan kami juga sudah menetapkan terlapor sebagai tersangka," jelasnya.

Hanya saja, menurut Andi Yul kendala yang dihadapi dalam proses penyidikan ini, tersangka hingga kini masih berada di wilayah Malaysia.

Untuk itu, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Klas I Pontianak, dan telah mengantongi identitas paspor tersangka.

"Kami telah mengetahui paspornya, dan ini akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan LO yang ada di Sarawak, Malaysia," sambung Andi Yul.(*)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved