Polisi Sisir Penjahat Jalanan dan Preman di Depan BTC

Polres Pangkalpinang yang di-backup Polda Babel melakukan penyisiran pelaku kejahatan jalanan dan premanisme

Polisi Sisir Penjahat Jalanan dan Preman di Depan BTC
bangkapos.com/dok
Beberapa orang yang diamankan oleh kepolisian untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dan premanisme di wilayah hukum Kota Pangkalpinang, Selasa (21/6/2016). 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang yang di-backup Polda Babel melakukan penyisiran pelaku kejahatan jalanan dan premanisme di kawasan Pangkapinang, Selasa (21/6) sore.

Hasilnya delapan orang dari berbagai tempat berhasil diciduk untuk dilakukan pembinaan serta pendataan agar tidak meresahkan masyarakat.

Anak punk yang didapati tengah tertidur di kawasan Lontong Pancur, Pangkalbalam, Pangkalpinang serta di depan pasar BTC Pangkalpinang menjadi sasaran tim ini.

Dua di antaranya masih di bawah umur yaitu RR (15) serta DN (16), sementara RC (23) diamankan ketika menjadi calo penumpang angkutan umum.

Selanjutnya, rombongan yang di pimpin Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan ini mengamankan tiga juru parkir di sebuah bioskop karena tidak dapat menunjukan identitas resmi.

Ketiganya yaitu AD (20), AN (29) dan ES (26) yang merupakan warga sekitar kawasan itu. Di tim terpisah rombongan Buser Pangkalpinang berhasil mengamankan dua orang yang diduga masuk dalam kategori premanisme di wilayah Pasar Pagi Pangkalpinang.

Usai dikumpulkan dan didata di Polres Pangkalpinang, rombongan ini langsung diminta untuk membuat surat pernyataan. Hal itu dimaksudkan agar tidak adanya tindak kejahatan serta gangguan Kamtibmas yang suatu saat bisa timbul oleh orang-orang yang diamankan ini.

"Ini merupakan bentuk antisipasi kejahatan dan kriminal yang bisa saja terjadi kapanpun, maka kami lakukan pendataan dan pembinaan," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo saat memberikan pembinaannya.

Ia berharap, kedepan untuk melengkapi atribut jika pekerjaannya sebagai juru parkir ataupun mengembalikan anak punk kepada keluarganya. Mereka yang diamankan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya dan siap berhadapan dengan hukum jika terjadi tindak kriminalitas.Setelahnya, mereka lalu dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing.

Salah seorang anak yang ikut diamankan yaitu RR (15) mengakui dirinya tidak tahu apapun saat diamankan. Pasalnya ia tengah tertidur di samping selokan di wilayah Lontong Pancur.

"Saya biasanya bantu orang jualan es kelapa pak, saat dibawa saya lagi tertidur, tidak tahu apa-apa," ujarnya.

Sementara, calo penumpang, RC (23) mengungkapkan, bahwa dirinya hanyalah bekerja mencari penumpang angkutan umum yang ingin naik dan membantu mengangkatkan barang penumpang ke dalam mobil.

"Sudah lama saya di sana pak, daripada tidak ada kerjaan, lumayan sehari bisa 40 sampai 50 penumpang, nanti dapat upah dari sopir angkotnya," tambahnya. (bow)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved