Tito Jadi Calon Kapolri, Begini Komentar Titiek Soeharto dan Prabowo

Titik Soeharto mengapresiasi penunjukan Tito sebagai calon tunggal Kapolri, meski Tito pernah menangkap adiknya,Tommy Soeharto.

Tito Jadi Calon Kapolri, Begini Komentar Titiek Soeharto dan Prabowo
Tribunnews.com
Prabowo Subianto (kiri) dan Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto 

BANGKAPOS.COM, BANTUL - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kepala BPNT Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto mengapresiasi keputusan Presiden itu, kendati Tito pernah menangkap adiknya, Hutama Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.

Titik Soeharto, panggilan akrab dari putri mantan Presiden RI Soeharto ini, awalnya enggan berkomentar terkait dengan calon tunggal Kapolri ini.

Dia sempat mengatakan, pemilihan Kapolri ini tidak ada hubungannya dengan dirinya. Namun, akhirnya dia mau menjawab pertanyaan wartawan dan memberikan komentar terkait dengan hal ini.

“Apapun pilihannya, Pak Tito itu pasti terpercaya jadi gapapalah jadi Kapolri. Pak Tito juga seperti yang kita tahu pasti punya prestasi, bukan ujug-ujug diangkat jadi Kapolri,” kata Titik Soeharto usai membagi paket sembako di gedung Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong, Sabtu (18/6/2016) siang.

Disinggung, masih banyaknya jendral polisi yang lebih senior dibanding Tito, Titik mengatakan, jika ada senior yang lebih baik, seharusnya diutamakan seniornya. “Kalau ada senior yang lebih baik ya seniornya dulu,” ujarnya.

Bagaimana pula tanggapan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang penujukan Tito jadi calon tunggal Kapolri?

"Kalau Pak Prabowo selalu melihat itu positif. Pak Prabowo tidak permasalahkan orang, bicara karir orang jangan dihambat," kata Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Desmond juga menyebutkan Prabowo berkepentingan terhadap Partai Gerindra.

"Inilah misalnya, ada desas desus Tito pada saat Pilpres berpihak pada calon presiden yang lain, terlibat sesuatu kecurangan," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Ia mengingatkan Tito bila terpilih sebagai Kapolri apakah akan berkepentingan dengan seluruh rakyat atau sosok yang menunjukknya sebagai pimpinan Polri.

"Yang paling repot, dia balas jasa, balas budi pada orang yang memilih pada saat Jokowi mau calon lagi pada 2019. Tentu masyarakat tidak mengharapkan itu, harusnya jadi wasit malah jadi bukan wasit," kata Desmond.

Ia menegaskan Gerindra tak akan menghalangi seseorang menjabat sebagai Kapolri.

Namun, kata Desmond, pihaknya tetap akan bertanya mengenai program Tito untuk kepenetinhan masyarakat.

"Berikan rasa aman, kenapa, hari ini kita kiris ekonomi, poilitik krisis juga, persoalan keadilan, yang tidak punya uang akan terkalahkan Komisi III lagi serius melihat ini," katanya. (Tribun Jogja/Tribunnews)

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved