Astaqhfirullah, Kejamnya, Bocah 8 Tahun Diperkosa Dibunuh, Kelaminnya Ditusuk Ranting Kayu

saat pertama kali ditemukan, Fitriani juga dalam keadaan tanpa busana alias bugil serta telah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Astaqhfirullah, Kejamnya, Bocah 8 Tahun Diperkosa Dibunuh, Kelaminnya Ditusuk Ranting Kayu
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Welly Hadinata

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG -- Setelah sempat menghilang selama dua hari, persisnya sejak Senin (20/6/2016) sekitar pukul 18.00, akhirnya Fitriani (8) warga Mangsang Kecamatan Bayunglincir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel, Rabu (22/6/2016) sekitar pukul 11.00, akhirnya ditemukan.

Fitriani pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Riki (12) yang hendak memancing ikan di hutan Mangsang atau berjarak sekitar 2,5 Km dari rumahnya.

Namun, saat ditemukan Fitriani sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Bahkan, saat pertama kali ditemukan, Fitriani juga dalam keadaan tanpa busana alias bugil serta telah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bahkan, saat pertama kali ditemukan, pada alat kelaminnya juga tertancap ranting kayu yang panjangnya sekitar 10 cm dan memiliki diameter sebesar jempol.

Diduga, korban tewas setelah diperkosa lalu dibunuh.

Dengan adanya penemuan tersebut, sehingga jenazah korban pun dibawa ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang guna dilakukan outopsi.

Jenazah korban tiba di Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, Kamis (23/6/2016) sore.

Kaur Kesmapta Polda Sumsel, Kompol dr Mansyuri mengatakan, dari hasil outopsi diketahui korban meninggal karena kekerasan benda tumpul di kepala, badan dan luka memar di bahu dan di kakinya yang diduga akibat dianiaya.

"Diduga ada kekerasaan seksual, karena ada luka memar di pinggul tapi untuk lebih jelasnya masih didalami dan kecurigaan ke arah sana memang ada," ungkapnya.

Saat ditanya lebih lanjut dengan adanya ranting kayu yang tertancap di kemalauan korban, dr Mansyuri tidak bisa memberikan banyak komentar.

"Itu memang ada dan kita juga belum tahu kayu itu dimasukkan siapa, pokoknya itu tidak manusiawi. Untuk kayu itu sendiri sudah kita serahkan ke penyidik," terangnya.(Welly Hadinata)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help