Bikin Resah, Preman Ditangkap Polisi Dihukum Nyanyi Lagu Kebangsaan

puluhan preman yang badannya rata-rata bertato ini diangkut menggunakan mobil truk dibawah ke Polda Sumsel untuk didata.

Bikin Resah, Preman Ditangkap Polisi Dihukum Nyanyi Lagu Kebangsaan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
ilustrasi 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Welly Hadinata

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Tim anti bandit Jatanras Ditreskrimun Polda Sumsel, Kamis (23/6/2016) siang hingga sore hari, petugas berhasil menjaring tiga puluh lebih preman yang meresahkan pengunjung di kawasan Jalan Sudirman, Atmo dan Pasar 16 Ilir Palembang.

Selanjutnya, puluhan preman yang badannya rata-rata bertato ini diangkut menggunakan mobil truk dibawah ke Polda Sumsel untuk didata.

Selain mencatat identitas, petugas juga mengambil sidik jari para preman tersebut.

Bahkan, untuk membuat jera, para preman tersebut juga dihukum dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan termasuk di antaranya lagu Indonesia Raya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga melalui Kasubdit III Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah mengatakan, operasi bersih preman ini dalam rangka cipta kondisi terutama menjelang lebaran.

"Mereka diamankan karena meresahkan masyarakat di tempat umum seperti memalak, parkir liar yang meresahkan pengunjung di tempat keramaian terutama menjelang lebar," ungkapnya.

Semuanya, dikatakan Hans, diangkut dan selanjutnya didata. Kalau memang ada yang terlibat tindak pidana akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Operasi ini akan terus berlanjut hingga menjelang lebaran, dan apabila mereka yang lebih dari satu kali ditangkap akan diproses," terangnya.(Welly Hadinata)

Penulis: Welly Hadinata / Sriwijaya Post

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help