BangkaPos/

Keluarga Pasien Meninggal di RSBT Tuding Dokter Lalai

Kami akan memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga pasien yang protes kemarin ke kita

Keluarga Pasien Meninggal di RSBT Tuding Dokter Lalai
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Kepala Pelayanan Medis RSBT Pangkalpinang, Mimi Sumarni (baju seragam biru) sedang memberikan penjelasan kepada keluarga pasien. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Humas Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, Heri mengatakan siap memberikan penjelasan jika ada keluhan maupun protes dari masyarakat, pihak keluarga pasien atau pasien sendiri terkait penilaian kinerja pelayanan medis selama menjalani perawatan/pengobatan di RSBT Pangkalpinang.

Pernyataan tersebut disampaikannya terkait baru-baru ini pihak manajemen rumah sakit setempat (RSBT) Pangkalpinang sempat menuai protes sekaligus keluhan dari keluarga pasien (Hadi Hajanto).

"Kami akan memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga pasien yang protes kemarin ke kita. Tapi dengan syarat keluarga pasien itu mestilah membuat surat pernyataan resmi terkait keluhan maupun penilaian kinerja terhadap pelayanan medis di rumah sakit kita ini," kata Heri kepada bangkapos.com, Jumat (24/6/2016).

Sebelumnya, Lianli (30) warga Penganak, Parit Tiga Jebus Kabupaten Bangka Barat mengaku kecewa sekaligus mengeluhkan terkait pelayanan medis rumah sakit setempat (RSBT Pangkalpinang). Wanita itu menduga adik kandungnya (Andi Hajanto) meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan/pengobat di rumah sakit setempat.

Bahkan Lianli termasuk keluarganya, Kamis (23/6/2016) kemarin sempat mendatangi pejabat rumah sakit setempat guna bermaksud mengadukan keluhan sekaligus protes terhadap pihak manajemen RSBT Pangkalpinang. Tak cuma itu Lianli pun menuding jika adik kandungnya itu(Andi Hajanto) meninggal dunia diduganya akibat kelalaian penanganan dari pihak dokter dan perawat yang menanganinya.

"Memang kami tahu penyakit yang diderita adik saya itu (Andi Hajanto--red) cukup parah. Sebelum dirawat di rumah sakit ini (RSBT Pangkalpinang--red) ia lebih awal dirawat di rumah sakit Parit Tiga sana. Tapi setahu saya saat hari pertama dirawat di RSBT ini kondisinya masih bisa jalan," jelas Lianli dihadapan Kepala Pelayanan Medis (Mimi Sumarni) dan Kepala Ruang ICU (Jauhara) serta Humas RSBT Pangkalpinang, Heri, Kamis (23/6/2016).

Namun ia sendiri bingung selama adik kandungnya (Andi Hajanto) dirawat di RSBT Pangkalpinang justru hampir seminggu sepengetahuannya adiknya itu (kini almarhum) justru disuntik bius. Bahkan selama menjalani perawatan di rumah sakit setempat Andi Hajanto pun oleh dokter yang menanganinya itu justru dipasang selang oksigen pada bagian mulutnya.

Terlebih lagi Lianli dan keluarganya sangat menyesalkan pelayanan atau kinerja pelayanan medis di RSBT Pangkalpinang terkait pihaknya setelah mendapat kabar Andi Hajanto telah meninggal dunia, Kamis (23/6/2016) pagi sekitar pukul 06.00 wib.

"Masa' kita baru dikasih kabar sekitar pukul 6 pagi. Semestinya pihak dokter harus menyampaikan informasi terkait kondisi adik saya (Andi Hajanto--red) ketika memang sedang kritis. Terus terang kami merasa kecewa," kata Lianli dihadapan pejabat RSBT setempat.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help