Sempat Punya Hutang dan Tunggakan 1,8 Miliar, Hasil Audit PDAM Bangka Dapat WTP

Saat menjabat sebagai direktur PDAM uang di kas PDAM hanya sebesar sebesar Rp 86 juta, hutang PDAM sebesar Rp 220 juta dan tunggakan pelanggan 1,8 M

Sempat Punya Hutang dan Tunggakan 1,8 Miliar, Hasil Audit PDAM Bangka Dapat WTP
Bangka Pos / Nurhayati
Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir, saat menyampaikan sambutan pada acara buka puasa bersama, Jumat (24/6/2016) di Halaman PDAM Tirta Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir mengaku pihaknya tidak menyangka bisa mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit independen, internal Auditor KAP.

"Kami dari PDAM mengucapkan terima kasih. Opini dari audit internal independen mendapat WTP. Saat diaudit saya transparan, terbuka akuntabel, apa ada, tidak mencoba bermain mata. Ini semua berkat kerjasama teman-teman akhirnya kita mendapat WTP," jelas Wellindra

Diakuinya saat menjabat sebagai direktur PDAM uang di kas PDAM hanya sebesar sebesar Rp 86 juta, hutang PDAM sebesar Rp 220 juta dan pelanggan yang menungak tagihan sebesar Rp 1,8 milyar.

Namun dengan kerja keras semua karyawan PDAM Bangka saat ini PDAM sudah bisa menghasilkan menutupi biaya operasional dan mengurangi tunggakan tagihan air.

"Satu tahun berjuang alhamdulillah berkat kerja sama, kerja berat seluruh kawan-kawan dengan adanya penyesuaian tarif, target-target yang sudah dikerjakan ternyata membuat perubahan di manajemen," jelas Wellindra.

Diakuinya permasalahan dalam membenahi PDAM pasti ada tetapi itu resikonya pemimpin.

"Saya bukan pejabat tapi pemimpin. Senang sama-sama, sakit sama-sama. Gaji naiknya sama-sama, pukul rata seluruh pegawai gaji pokoknya rata. Kalau untuk pegwai kontrak sesuai basic," kata Wellindra yang sebelumnya juga menjadi pegawai PDAM Tirta Bangka.

Pada kesempatan ini ia meminta maaf kepada para karyawan PDAM Tirta Bangka selama ini jika dalam menjalankan roda kepemimpinan di PDAM.

"Jika ada kata-katanya yang kurang berkenan di hari baik, dan bulan baik ini. Saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf, suka tidak suka, itu amanah yang harus saya jalankan. Sebagai pemimpin saya jika konteks marahnya, ya harus marah. Kalau tidak bisa dilakukan pembinaan diperingkat dua atau tiga kali tidak mempan apa boleh buat," kata Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help