Rayuan Maut Remaja Ini Bikin Pacarnya Klepek-Klepek, Disetubuhi di Bus Pun Mau

Arfis berjanji ketemu dengan LA di Halte Semen Batu Raja (Sembaja) KM 11 Palembang, Jum'at (24/6/2016) siang.

Rayuan Maut Remaja Ini Bikin Pacarnya Klepek-Klepek, Disetubuhi di Bus Pun Mau
SRIWIJAYA POST
Tersangka Arfis (18), kernet bus kota pelaku kasus asusila diapit Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede dan Kasubnit PPA Ipda Henny saat rilis perkara di Mapolresta Palembang, Sabtu (25/6/2016). 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG --- Dengan bujuk rayu mautnya, Arfis (18), kernet bus kota, begitu tega menggauli pacarnya yang masih sekolah.

Bahkan Arfis menggauli pacarnya ini di bangku belakang bus kota.

Arfis ini diamankan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Palembang, Sabtu (25/6/2016).

Dari laporan yang diterima petugas, Arfis telah menggauli LA (16), pelajar SMA.

Bermula Arfis berjanji ketemu dengan LA di Halte Semen Batu Raja (Sembaja) KM 11 Palembang, Jum'at (24/6/2016) siang.

LA diajak Arfis untuk menemaninya sembari bekerja sebagai kernet bus kota rute KM12-Kertapati.

Setelah keliling mencari penumpang, kemudian pada malam harinya Arfis mengajak LA ke rumahnya di kawasan Kertapati dan buskota diparkirkan si sopir di depan rumah Arfis.

Melihat kondisi di dalam buskota sepi dan tidak ada orang disekitarnya, Arfis pun mendekati LA yang sedang itu tidur di bangku belakang buskota.

Arfis pun mengeluarkan bujuk rayunya dan LA berhasil digauli Arfis layaknya hubungan suami isteri.

Bukan hanya satu kali, Arfis menggarap pacarnya ini sebanyak dua kali dalam tempo satu malam.

"Saya tidak memaksa, kami sudah berpacaran sekitar dua bulan dan dia mau (berhubungan intim) di dalam buskota. Sebelumnya kami janjian ketemu dan saya ajak keliling. Setelah habis kerja, kemudian saya ajak ke rumah. Kami pacaran dan saya tidak memaksa," ujar Arfis yang mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede didampingi Kasubnit PPA Ipda Henny mengatakan, pelaku diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan petugas atas laporan kasus asusila anak di bawah umur.

Pelaku diancam dengan UUPA (Undang-undang Perlindungan Anak) karena korbannya masih di bawah umur.

Penulis: Welly Hadinata/Sriwijaya Post

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved