Nelayan Cumi Hilang Dihantam Badai, Perahunya Hancur dan Tenggelam

Pria yang akrab dipanggil Kus itu, terakhir kali diketahui pergi menjaring cumi-cumi di perairan sekitar Pulau Ketapang.

Nelayan Cumi Hilang Dihantam Badai, Perahunya Hancur dan Tenggelam
Bangka Pos / Fery Laskari
ILUSTRASI 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kusnandar (35), nelayan asal RT.06, RW.02, Dusun Tanjungbelantu, Desa Tanjungkelumpang, Kecamatan Dendang, Belitung Timur (Beltim) dikabarkan hilang.

Pria yang akrab dipanggil Kus itu, terakhir kali diketahui pergi menjaring cumi-cumi di perairan sekitar Pulau Ketapang.

Jahari, Dantim Water Resque, Tagana Beltim mengungkapkan sejak Minggu malam, Kus berlabuh di tepi tebing karang untuk mencari cumi. Jarak Kus dengan jembatan Ketapang sekitar 100 meter, perahunya pun ditambatkan di bagian depan dan belakang.

Saat itu, menurut Jahari yang mendapat informasi dari Pak RT bernama Tawing, Kus sempat menghidupkan genset hingga Senin pagi. Menurut informasi, sejak subuh, angin dari Barat Daya mulai kencang hingga pagi.

"Sekitar pukul 7.00 pagi, Pak Tawing turun untuk mompa perahu (membuang air yang masuk) yang ditambatkan di Jembatan Ketapang, dia lihat Kus masih ada," ujar Jahari saat dihubungi Pos Belitung melalui seluler (Handphone), Selasa (28/6).

Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, angin ribut mulai datang hingga sore, dan berlanjut sampai malam. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, warga Pulau Ketapang yang mengenal Kus, sudah tidak melihatnya berada di atas perahu tersebut.

"Perahu Kus sudah karam 'ragak' (karam rata dengan air). Lalu mereka bergegas membantu," ungkap Jahari.

Apa yang terjadi saat didatangi, yang ditemukan hanya fiber yang berisi es dan satu kantung plastik cumi, sementara itu perahu sudah tenggelam, namun masih dalam kondisi terikat di dalam air.

Orang pulau segera melakukan penyelaman ke dasar untuk mencari kemungkinan adanya Kus. Dari penyelaman tersebut penyelam melihat antara kamar motor dan perahu sudah terpisah.

"Namun sekarang sudah ditarik ke pinggir," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help