Temuan Mengejutkan BPOM, 28 Fasyankes Ambil Vaksin dari Sumber Ilegal

BPOM menemukan ada 28 fasilitas layanan kesehatan yang mengambil vaksin dari sumber tidak resmi, sehingga belum dapat dipastikan keasliannya.

Temuan Mengejutkan BPOM, 28 Fasyankes Ambil Vaksin dari Sumber Ilegal
TRIBUN KALTIM/ARIDJAWANA
Seorang balita diberi vaksin imunisasi di rumah sakit. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Pelaksana tugas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bahdar Johan Hamid mengungkapkan, ada 28 fasilitas layanan kesehatan yang mengambil vaksin dari sumber tidak resmi, sehingga belum dapat dipastikan keasliannya.

Fasyankes yang menggunakan vaksin dari sumber tidak resmi terdapat di wilayah Pekanbaru, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palu, Surabaya, dan Batam.

BACA: Mewahnya Rumah Pasutri Pembuat Vaksin Palsu

Penggunaan vaksin tersebut pun distop sementara dan akan dilakukan uji sampel untuk memastikan vaksin yang digunakan asli atau palsu.

Bahdar juga mengungkapkan, sejauh ini ditemukan 12 jenis vaksin yang dipalsukan. Pelaku memalsukan vaksin yang diproduksi oleh PT Biofarma, PT. Sanofi Grup, PT Glaxo Smith Kline (GSK).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menjamin keaslian vaksin yang ada di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah.

BACA: Fakta-fakta dan Latar Belakang Pelaku Palsukan Vaksin

Sebab, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tersebut mendapat vaksin untuk program imunisasi dasar dari produsen dan distributor resmi.

"Kita jamin asli karena ini vaksin program yang kita beli subsidi pemerintah," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, HM Subuh saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/6/2016).

Subuh mengungkapkan, sekitar 89 persen imunisasi dasar dilakukan di puskesmas, posyandu, hingga pos-pos yang didirikan pemerintah.

Ada 8 jenis vaksin yang termasuk dalam program imunisasi dasar, seperti vaksin BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved