19 Jenis Vaksin Diduga Palsu Masuk Daerah Ini

Rumah sakit, puskesmas, dokter praktik, klinik, rumah bersalin, bidan praktik, dan apotek diwajibkan melakukan pengadaan vaksin dari jalur resmi.

19 Jenis Vaksin Diduga Palsu Masuk Daerah Ini
Tribunnews.com
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang kembali menemukan 19 vial (satuan botol) yang diduga vaksin palsu jenis BGC.

Vaksin tersebut ditemukan dari tiga fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Semarang, antara lain di klinik, rumah sakit, dan apotek.

"Dari tiga faskes itu ada yang ditemukan 10 vial, ada yang lima vial, dan ada yang empat vial. Kami belum bisa simpulkan palsu atau tidak, karena sampelnya kami kirim ke Balai BPOM Jakarta,” kata Kepala BPOM Semarang, Endang Purdjiwati, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, tiga faskes yang ditemukan tersebut karena pengadaan vaksin melalui jalur tidak resmi sehingga menimbulkan kecurigaan dan saat ini telah dibawa ke laboratorium.

"Jalur distribusinya sudah ada yang resmi, maka jika ada perorangan atau sales perorangan menawarkan vaksin itu termasuk jalur ilegal," katanya.

Dalam tiga hari ini, pihaknya telah melakukan penelusuran di 41 sarana faskes.

Penelusuran sementara telah dilakukan di Kota Semarang, Pekalongan, Rembang, Salatiga, dan Sragen.

Saat ini, lanjutnya, penelurusan masih terus dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota.

"Jika ditemukan adanya sampel dugaan vaksin palsu, akan diturunkan tim dari BPOM," katanya.

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, sejak adanya pengungkapan pembuatan vaksin palsu, saat ini pihaknya mewajibkan pada seluruh faskes, berupa rumah sakit, puskesmas, dokter praktik, klinik, rumah bersalin, bidan praktik, dan apotek di Jateng melakukan pengadaan vaksin dari jalur resmi.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved