BangkaPos/

Piala Eropa 2016

Presiden Islandia Tolak Fasilitas VIP dan Pilih Gabung Bersama Suporter

Pencapaian tim nasional Islandia lolos ke perempat final diapresiasi oleh rakyat negaranya, termasuk sang presiden terpilih.

Presiden Islandia Tolak Fasilitas VIP dan Pilih Gabung Bersama Suporter
Squawka
Selebrasi penyerang Islandia, Jón Daði Böðvarsson usai mencetak gol pembuka ke gawang Austria. 

BANGKAPOS.COM - Pencapaian tim nasional Islandia lolos ke perempat final diapresiasi oleh rakyat negaranya, termasuk sang presiden terpilih.

Aron Gunnarsson dan kawan-kawan lolos ke perempat final Piala Eropa 2016 seusai menumbangkan Inggris, Senin (27/6/2016).

Hal ini merupakan kejutan luar biasa di gelaran kompetisi antarnegara di Benua Biru.

Maklum, Islandia hanyalah tim debutan yang awalnya dipandang sebelah mata.

Namun, tim berjulukan The Our Boys ini mampu mematahkan anggapan miring tersebut dengan lolos ke perempat final usai menyingkirkan salah satu favorit juara.

Prestasi Islandia menuai dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Gudni Johannesson.

Pria berusia 48 tahun tersebut merupakan presiden terpilih Islandia.

Johannesson dijadwalkan hadir di Stade de France untuk mendukung langsung perjuangan Islandia saat melawan tuan rumah, Perancis, pada babak perempat final, Minggu (3/7/2016).

Sebagai tokoh penting, Johannesson pastinya akan mendapatkan perlakukan istimewa dengan menonton pertandingan ruang VIP, misalnya sambil meminum sampanye. Rupanya, Johannesson memilih tak menikmati segala fasilitas tersebut.

"Mengapa saya harus berada di ruang VIP dan meminum sampanye saat saya bisa melakukan hal tersebut di mana saja di dunia ini?" kata Johannesson kepada CNN.

Lalu apa yang dilakukan Johannesson pada pertandingan nanti?

"Saya akan bersama suporter dan akan mengenakan seragam Islandia. Dan dengan segala hormat untuk Perancis, mereka tidak seharusnya meremehkan kami," tuturnya.

Johannesson akan menggantikan Olafur Ragnar Grimsson yang sudah 20 tahun memimpin Islandia.

Johannesson akan mulai aktif menjabat presiden per 1 Agustus 2016.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help