Heboh, Surat Pernyataan SMPN Ini jadi Viral: Dicubit Guru Tak Boleh Lapor Polisi

Dalam surat pernyataan itu, orang tua/wali juga tidak berhak melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila terjadi tindakan karena tidak disiplin...

Heboh, Surat Pernyataan SMPN Ini jadi Viral: Dicubit Guru Tak Boleh Lapor Polisi
FACEBOOK
Jadi viral, surat pernyataan yang harus ditandatangani orangtua murid diserahkan ke pihak sekolah. Bila siswa dihukum dalam rangka mendidik orangtua tak boleh lapor polisi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Daryono

BANGKAPOS.COM - Baru-baru ini, pendidikan kita dihebohkan dengan pemberitaan seorang guru di Sidoarjo, Jawa Timur yang harus menjalani proses hukum lantaran dituduh mencubit siswanya.

Orang tua siswa yang berprofesi sebagai tentara melaporkan guru tersebut ke polisi.

Pemberitaan tersebut menarik perhatian netizen.

Di media sosial Facebook kini beredar surat pernyataan berkop SMP Negeri 6 Mataram, Kota Makasar.

Dalam surat itu, semua calon siswa baru diminta membuat pernyataan tidak akan menuntut jika:

1. Dicubit sampai merah/biru karena terlambat.
2. Dipotong rambutnya karena gondrong.
3. Dijemur di lapangan upacara karena tidak mengerjakan tugas.
4. Disuruh push up karena berisik di kelas.
5. Dijewer karena pakaian tidak rapi.
6. Dan hukuman lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan.

Dalam surat pernyataan itu, orang tua/wali juga tidak berhak melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila terjadi tindakan karena tidak disiplin, lalai, susah diatur dan meresahkan lingkungan sekolah/guru atau murid lainnya.

Surat tersebut diposting oleh akun Facebook Cakra Virajati, Jumat (1/6/2016).

"Nah. Coba komentar netizen kayak apa kalo ada sekolah yang begini...
Pak anies baswedan juga boleh komen...
Atau dirjen pendidikan menengah...
Atau komnas anak juga boleh...," tulis Cakra.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved