Pengacara Ini Kabur ke Luar Negeri Sebelum KPK Menangkap Panitera PN Jakarta Pusat

Raol adalah pengacara yang menyuap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Muhammad Santoso terkait perkara perdata PT Kapuas Tunggal Persa

Pengacara Ini Kabur ke Luar Negeri Sebelum KPK Menangkap Panitera PN Jakarta Pusat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas KPK menunjukkan uang hasil operasi tangkap tangan (OTT) panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (1/7/2016). KPK berhasil mengamankan uang berjumlah 28 ribu dollar Singapura dan menetapkan panitera pengganti PN Jakarta Pusat Muhammad Santoso (SAN), pengacara Raoul Adhitya Wiranatakusumah (RAW), dan staf bagian Legal & Consultant Ahmad Yani (AY) sebagai tersangka terkait dugaan suap putusan kasus perdata antara PT Kapuas Tunggal Persada (PT KTP) melawan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS) di PN Jakpus. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi hingga kini masih mencari keberadaan tersangka advokat Raol Adhitya Wiranatakusumah.

Raol adalah pengacara yang menyuap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Muhammad Santoso terkait perkara perdata PT Kapuas Tunggal Persada sebagai tergugat melawan PT Mitra Maju Sukses.

"Belum ditemukan, sedang dicari," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Jakarta, Sabtu (2/7/2016).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, Raol telah berada di luar negeri.

Raol diperkirakan meninggalkan Indonesia sebelum KPK menangkap Santoso di Matraman, Kamis lalu.

Saat itu, Santoso sedang dalam perjalanan usai menerima 28 ribu Dolar Singapura dari Ahmad Yani.

Ahmad adalah orang suruhan Raol yang juga staf di kantor hukum Wiranatakusumah Legal & Consultant.

Uang tersebut dibagi dalam dua amplop.

Satu amplop berisi 25 ribu Dolar Singapura sementara satu amlop lagi berisi 3 ribu dolar Singapura.

Uang tersebut dipastikan berasal dari Raol.

"Uang tersebut dalam pecahan seribu Dolar Singapura. Sementara berasal dari pengacara. Kami tidak tahu sumber uangnya," ungkap Basaria.

Uang tersebut terkait putusan perkara perdata PT Kapuas Tunggal Persada sebagai tergugat melawan PT Mitra Maju Sukses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Putusan tersebut memenangkan PT Kapuas dan menyatakan permohonan PT Mitra tidak dapat diterima.

Putusan dibacakan pada Kamis siang, sementara Santoso ditangkap sore hari pada pukul 18.20 WIB.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved