Vaksin Palsu Masuk Babel

Sekitar pukul 21.50 WIB kemarin, Bangka Pos sempat menyambangi apotek yang memiliki inisial mirip dalam daftar itu

Vaksin Palsu Masuk Babel
Tribunnews.com
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Satu apotek di Pangkalpinang masuk dalam daftar 37 rumah sakit dan klinik yang diduga menggunakan vaksin palsu. Daftar tersebut hanya menyebut inisial apotek yang berlokasi di Pangkalpinang, yaitu Apotek GM.

Sekitar pukul 21.50 WIB kemarin, Bangka Pos sempat menyambangi apotek yang memiliki inisial mirip dalam daftar itu. Sayang apotek tersebut sudah tutup.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Pangkalpinang, Rossy Hertati mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak istilah vaksin palsu. Menurutnya, keaslian sebuah vaksin hanya bisa dilihat dari hasil uji laboratorium. Vaksin yang diperoleh dari jalur tidak resmi belum tentu adalah vaksin palsu.

"Jangan terjebak dengan istilah vaksin palsu, kan belum bisa dipastikan apakah palsu atau tidak tanpa uji lab, jangan meresahkan masyarakat. Karena yang mendapatkan bukan dari jalur resmi belum tentu palsu," kata Rossy saat dihubungi Bangka Pos tadi malam.

Rossy mengatakan belum lama ini BPOM sudah melakukan pemeriksaan melalui pengecekan sumber pengadaan vaksin yang masuk ke Babel. Hasilnya tidak ditemukan vaksin palsu seperti yang diungkap Bareskrim Polri.

"Darimana informasinya, kalau untuk Pangkalpinang memang kita lakukan pengecekan tapi jumlahnya saya tidak ingat berapa untuk Pangkalpinang, dan apotek yg disebutkan itu saya belum tahu pasti kemarin ikut diperiksa atau tidak," ujarnya.

Seperti diberitakan, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar sindikat pemalsu vaksin untuk anak berusia di bawah lima tahun.

Dilansir Kompas.com, Kamis (23/6) lalu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Agung Setya mengungkapkan, pengungkapan ini berawal dari fakta lapangan banyaknya anak yang kondisi kesehatannya terganggu usai diberi vaksin. Selain itu, ada pula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan.

"Dari fakta-fakta itu, kami analisis kemudian selidiki. Kami lalu menangkap penjual vaksin yang tidak punya izin," ujar Agung di kantornya, Kamis (23/6) siang.

Aman sementara
Selasa (28/6) lalu, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono menyatakan Babel bebas vaksin palsu. Hal itu berdasarkan pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilakukan belum lama ini.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved