Bahtera Nabi Nuh Berbiaya Rp 1 Triliun Dibuka Ada Replika Dinosaurus di Dalamnya

"Nabi Nuh bukanlah manusia purba yang primitif. Dia adalah sosok yang sangat cerdas. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana hewan ini masuk bahtera.''

Bahtera Nabi Nuh Berbiaya Rp 1 Triliun Dibuka Ada Replika Dinosaurus di Dalamnya
voaindonesia
Para pengunjung mengamati replika kapal Nabi Nuh yang dipamerkan di Williamstown Kentucky, AS. 

BANGKAPOS, KENTUCKY - Sebuah replika bahtera Nabi Nuh yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1 triliun oleh sekelompok umat Kristen yang yakin dunia berusia 6.000 tahun resmi dibuka di Kentucky, AS.

Replika kapal kayu sepanjang 152 meter itu menjadi daya tarik utama di The Ark Encounter, sebuah taman bermain yang juga baru dibuka di Kentucky.

Di dalam replika kapal itu, yang merupakan bangunan kayu terbesar di dunia, terdapat eksebisi yang menampilkan Nabi Nuh dan keluarganya serta hewan-hewan yang diselamatkannya.

Uniknya, di antara hewan-hewan yang diselamatkan Nabi Nuh ini terdapat beberapa dinosaurus, yang diyakini pembuat replika pernah hidup bersama manusia.

Ken Ham, presiden dan direktur eksekutif Answer in Genesis, organisasi yang membangun taman bermain ini, mengatakan, pembangunan tempat ini untuk menunjukkan bahwa Nabi Nuh adalah orang yang sangat cerdas.

"Nabi Nuh bukanlah semacam manusia purba yang primitif. Dia adalah sosok yang sangat cerdas. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana seluruh hewan ini masuk ke dalam bahtera," ujar Ham.

Bahtera itu memiliki panjang 152 meter dan tinggi 24 meter. Bangunan ini mampu memuat 16.000 pengunjung dalam satu hari.

Untuk membangun replika bahtera sesuai ukuran yang dicantumkan di dalam kitab suci, dibutuhkan hampir 94.000 kubik kayu belum termasuk isi di dalam replika perahu ini.

Setelah menyelesaikan pembangunan replika bahtera Nabi Nuh, organisasi ini berencana membangun replika kota Babel, desa Timur Tengah abad pertama dan masih banyak lagi.

Menurut Perjanjian Lama, Nabi Nuh membangun bahtera setelah Tuhan memberi tahu dia bahwa banjir besar akan melanda dan Nuh harus menyelamatkan semua hewan di dunia.

Pada 2010, para arkeolog menemukan sisa sebuah perahu di Gunung Ararat, Turki dan diyakini sebagai bahtera Nabi Nuh. Namun, sebagian ilmuwan yang lain meragukan keotentikan bahtera tersebut.

Editor : Ervan Hardoko
Sumber : Mirror

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved