Lebaran di Bangka Tak Lengkap Tanpa Hantaran Ketupat dan Lepat

Hingga hari ketiga lebaran Idul Fitri, Jumat (8/7/2016) keramaian suasana lebaran masih belum memudar

Lebaran di Bangka Tak Lengkap Tanpa Hantaran Ketupat dan Lepat
bangkapos.com
ketupat dan lepat Bangka 

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Hingga hari ketiga lebaran Idul Fitri, Jumat (8/7/2016) keramaian suasana lebaran masih belum memudar hingga di pelosok-pelosok desa di Pulau Bangka provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Warga memanfaatkan moment lebaran ketiga Idul Fitri untuk ‎bersilahturahmi dengan keluarga ataupun sanak saudara dan teman-teman mereka yang berdomisili di luar kota.

Sementara pada hari pertama dan kedua Idul Fitri dimanfaatkan untuk bersilahturahmi dengan orang tua, para tetangga dan sanak saudara di dalam kota.

Sama seperti daerah lainnya, Lebaran di Pulau Bangka tidak bisa di lepaskan dari kehadiran Ketupat.

Tapi khusus di Pulau Bangka, Ketupat harus lengkap dengan dengan pasangannya yaitu Lepat, kuliner berbahan dasar ketan yang dibungkus daun kelapa dan diikat dengan ‎daun Jerutu‎.

Ketupat lepat ini disantap bersama sajian khusus lebaran lainnya seperti rendang, opor, gulai ayam dan beraneka makanan lainnya.

Keduanya menjadi menu wajib yang harus ada di rumah-rumah penduduk yang berdomisili di desa-desa.

Selain disajikan untuk keluarga dan tamu yang datang bersilahturahmi, ketupat dan lepat ini juga menjadi menu utama yang harus ada untuk tradisi Nganggung ke mesjid usai sholat Ied.

"Ketupat dan lepat ini menjadi hantaran wajib kalau bersilahturahmi ke rumah orang tua saat lebaran. Istilahnya buah tangan u‎ntuk orang tua. Bukan lepabarn kalau tidak membawa ketupat dan lepat saat bersilahturahmi dengan orang tua saat lebaran," ungkap Igo warga Desa Pagarawan Kecamatan Merawang.

Halaman
12
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved