Festival Seni Budaya Kerkorf Ajang Nostalgia

Event yang diselenggarakan oleh komunitas WA Peka yakni peduli kampung ini menghadirkan pentas kesenian tradisional khas bangka

Festival Seni Budaya Kerkorf Ajang Nostalgia
bangkapos/khamelia
Permainan anak bangka zaman dulu pangkak igik karet dimainkan anak-anak dan dewasa dalam festival seni budaya kerkof yang berlangsung 9-11 di Jalan Sekolah Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Di sepanjang jalan sekolah atau dikenal kampung kerkorf hari ini hingga senin nanti begitu semarak dengan adanya pagelaran festival seni budaya kerkorf (Fesbuk).

Event yang diselenggarakan oleh komunitas WA Peka yakni peduli kampung ini menghadirkan pentas kesenian tradisional khas bangka, permainan anak jaman dulu, festival jajanan kuliner bangka, serta kerajinan.

Ketua Panitia Fesbuk, Aldjurdjoni mengatakan, fesbuk digagas oleh WA peduli kampung, mereka adalah mantan pejabat Babel serta para tokoh Babel seperti Hudarni Rani, Emron Pangkapi, Rum Murkal, Thabrani Alwi serta pengusaha perantauan asal Bangka.

"Berawal dari group WA Peka itulah kami mengumpulkan dana pribadi dan sumbangan dari berbagai kalangan, lalu terlaksanalah kegiatan ini," ujar Djoni kepada bangkapos.com, Sabtu (9/7).

Dikatakannya selain ajang hiburan bagi masyarakat, Fesbuk memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi kecil dan menengah di Pangkalpinang.

Untuk itu seratus UKM turut serta membuka lapak dagangannya di event ini.

"Kami siapkan stan gratis bagi ukm," ujarnya.

Di sepanjang jalan kerkorf sekitar 350 meter berjejer stan ukm yang menjajakan produk mereka.

Event ini sanggup menarik perhatian masyarakat, mereka berbondong-bondong datang dengan membawa serta keluarga.

Pengunjung juga dihibur dengan pentas tradisional dan lagu-lagu jaman dulu.

"Acara ini tiga hari, kita buka mulai pukul 11 siang sampai 11 malam. Hiburannya non stop, kecuali saat waktu sholat kita berhenti yang kemudian diisi dengan kultum," ujar Djoni.

Fesbuk menjadi ajang reunian para perantau, terutama mereka yang pernah bersekolah di SD 1 dan 16 di kawasan kerkorf.

Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help