Ini Perilaku Bahaya Saat Bawa Barang di Mobil

Sopir kendaraan adalah jenderal di lapangan, keputusannya menentukan perjalanan jadi aman atau malah sebaliknya. Saat

Ini Perilaku Bahaya Saat Bawa Barang di Mobil
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Sopir kendaraan adalah jenderal di lapangan, keputusannya menentukan perjalanan jadi aman atau malah sebaliknya. Saat mudik, salah satu perilaku sembrono pengemudi yang kerap kali terlihat yaitu membiarkan barang menumpuk di bagasi hingga menghalangi kaca belakang.

Mungkin saja anggapannya kaca belakang tidak banyak berfungsi di jalan atau cuma berguna saat ingin mundur. Namun sebenarnya peran kaca belakang penting sebagai ruang pandang untuk memantau kondisi di belakang mobil. Selain itu kadar transparannya juga berguna agar pengemudi lain bisa memantau situasi lalu lintas di depan.

Menghalangi kaca belakang tentu berpotensi menimbulkan bahaya karena spion kabin jadi tidak berguna dan antisipasi pengemudi berkurang. Jalanan bukan tempat aman, jadi memangkas kemungkinan risiko buruk sudah jadi tugas pengemudi.

Mengangkut bagasi tambahan di atap mobil harus dilakukan dengan cara aman.
Bagasi di atap

Masih ada prilaku sembrono lainnya, misalnya meletakan barang bawaan di atap mobil. Membawa barang di atas bukannya tidak boleh dilakukan tetapi ada aturan mainnya.

“Banyak di jalan yang barang bawaannya lebih tinggi dan ikatannya asal-asalan. Barang-barang itu berpotensi jatuh dan bisa membahayakan pengemudi lain,” kata Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, Jumat (8/7/2016).

Penempatan barang memang sudah seharusnya di bagasi, tapi jika terpaksa di atap sebaiknya menggunakan alat khusus. Hal pertama yang wajib dimiliki mobil yaitu roof rail sebagai tempat mengikat tali. Jangan nekat mengikat tali sampai melintasi kabin lalu dijepit pintu.

Keperluan alat lain yaitu bagasi eksternal atau roof box yang sudah didesain aerodinamis dan aman dari cuaca. Bila tidak ada, bisa saja barang ditutup terpal lalu diikat rapi. Dia juga mengingatkan tumpukan barang jangan terlalu tinggi biar tidak mengganggu pusat keseimbangan mobil.

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved