Barang Bukti Vaksin Palsu Sudah Dibuang, Pemkot Hanya Temukan Faktur Pembelian

Pemkot Bekasi menemukan faktur pembelian vaksin dari perusahaan tidak resmi oleh tiga rumah sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu.

Barang Bukti Vaksin Palsu Sudah Dibuang, Pemkot Hanya Temukan Faktur Pembelian
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar memperlihatkan vaksin produk Bio Farma, saat jumpa pers terkait vaksin palsu di kantor Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (30/6/2016). Bio Farma telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim, Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan distributor resmi vaksin Bio Farma, berdasarkan pengamatan fisik, kemasan, dan hasil uji laboratorium, vaksin yang diduga palsu adalah asli, atau tidak dipalsukan. Masyarakat agar tidak ragu untuk mengimunisasi putra putrinya dengan vaksin yang menjadi program pemerintah, baik di rumah sakit, puskesmas, posyandu, maupun di klinik. 

BANGKAPOS.COM, BEKASI - Pemkot Bekasi menemukan faktur pembelian vaksin dari perusahaan yang tidak resmi oleh tiga rumah sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu.

"Barang buktinya sudah tidak ada, kami hanya temukan faktur pembelian dari distributor yang tidak resmi di tiga rumah sakit ini. Barang bukti vaksinya sudah dibuang-buangin," ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu di kantornya, Jumat (15/6/2017).

Khusus untuk di Rumah Sakit Hosana Medika Bekasi, pemerintah kota sudah membuat berita acara pemeriksaan, namun menunggu pengumuman ke publik oleh Kementerian Kesehatan.

Syaikhu menjelaskan ke depan, pemerintah kota Bekasi akan menelusuri sejak kapan pemesanan vaksin tersebut dan sudah berapa banyak bayi dan anak yang sudah divaksinasi ketiga rumah sakit itu.

"Ini bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang panjang serta akan memberikan sanksi kepada rumah sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu," tambahnya.

Dia berjanji jika, hal itu terjadi kembali oleh rumah sakit yang sudah terbukti menggunakan vaksin palsu, maka pemerintah kota akan membekukan izin rumah sakit tersebut.

Warga mengamuk di RS Harapan Bunda

Puluhan orangtua yang anaknya diduga menjadi korban penggunaan vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Kota Bekasi, kehilangan kesabaran.

Pasalnya, sejak kemarin malam mereka belum juga mendapatkan informasi dan penjelasan resmi dari pihak rumah sakit hingga siang ini, Jumat (15/7/2016).

Sambil terus berusaha menemui manajemen rumah sakit, terjadi aksi adu mulut dan keributan.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved