Kota Bekasi Tercoreng Akibat Banyak Beredar Vaksin Palsu

Terungkapnya peredaran vaksin palsu oleh Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia, baru-baru ini mencoreng nama Kota Bekasi

Kota Bekasi Tercoreng Akibat Banyak Beredar Vaksin Palsu
bangkapos.com/Nurhayati
Pemerintah Kota Bekasi saat melakukan studi banding ke Pemerintah Kabupaten Bangka, Jumat (15/7/2016) bertempat di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terungkapnya peredaran vaksin palsu oleh Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia, baru-baru ini mencoreng nama Kota Bekasi. Pasalnya peredaran vaksin palsu ini banyak beredar di Kota Bekasi.

Dari 14 fasilitas pelayanan kesehatan yang terindikasi menggunakan vaksin palsu yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 13 diantaranya berada di Bekasi.

Hal ini disampaikan Sekda Kota Bekasi H Rayendra Sukarmadji saat melakukan studi banding ke Pemkab Bangka mengenai pengelolaan keuangan pemerintah daerah dan dana bantuan sosial, Jumat (15/7/2016) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

"Dari daftar fasyankes vaksin palsu yang diumumkan menkes sebanyak 14 fasyankes, 13 diantaranya di Bekasi. Bekasi banyak permasalahan yang mencuat di tingkat nasional tapi masalah yang negatif. Preman yang ditangkap juga banyak di Bekasi," keluh Rayendra dalam kunjungan kerja yang dipimpin Sekda Bangka H Fery Insani.

Diakuinya jumlah penduduk Kota Bekasi sebanyak 2,5 juta jiwa terdiri dari masyarakat yang heterogen berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Sedangkan untuk jumlah PNS di Kota Bekasi sebanyak 13.000 lebih.
Rayendra mengatakan, Pemkot Bekasi menerapkan aturan yang tegas kepada PNS agar mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku. Bahkan ada dua PNS yang diberhentikan karena melanggar disiplin kerja.

"Saya juga selain sekda menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan. Kemarin sekretarisnya (Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung-red) masuk di TV One apa Metro ya mengenai rumah sakit yang disinyalir menggunakan vaksin palsu," ungkap Rayendra.

Secara letak juga Kota Bekasi diakuinya, lebih strategis karena dekat dengan DKI dan akses jalannya juga lebih menjanjikan daripada daerah lain seperti Bogor, Tanggerang dan Depok dimana dari Jawa Tengah dan Jawa Timur lewat Bekasi.

"Kita seumur Kota Bekasi saja baru mendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian-red) baru kemarin pada tahun 2016. Baru sekarang seumur Kota Bekasi. Makanya Pak Walikota kami menyampaikan kita harus mendapat WTP yang bermartabat," ungkap Rayendra.

Menurutnya kedatangan Pemkot Bekasi ke Pemkab Bangka untuk mendapatkan masukan-masukan mengenai regulasi, aturan-aturan hukum dan payung hukum yang mungkin sudah dimiliki Pemkab Bangka.

"Kita bisa membawa bahan-bahan yang bisa kita tindaklanjuti di Kota Bekasi," harap Rayendra.

Selain itu juga diakuinya Pemkot Bekasi sudah menjalin kerjasama dengan PT Timah Tbk. Dimana perusahaan BUMN tersebut memiliki lahan di Kota Bekasi seluas 120 hektar lebih yang akan dibangun seluas 50 hektar untuk perumahan karyawan PT Timah Tbk yang sudah pensiun melalui koperasi. Namun diperjalanan seluas 30 hektar atau 50 persennya akan dipasarkan komersialnya.

"Tetapi disana ada lahan 5 hektar disiapkan untuk masjid yang besar yang dihibahkan ke pemda," jelas Rayendra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved