Paha Balita Ini Sudah 2 Bulan Bengkak Usai Divaksin

Paha balita warga Dusun Bolonge, Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan bengkak usai divaksin.

Paha Balita Ini Sudah 2 Bulan Bengkak Usai Divaksin
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Orangtua Nurul Alam Syahban memperlihatkan paha anaknya yang bengkak usai divaksin di Puskesmas Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan. 

BANGKAPOS.COM - Paha Balita, Nurul Alam Syahban (2 bln) warga di Dusun Bolonge, Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan bengkak usai divaksin di Puskesmas Salassae.

"Ini sudah dua bulan paha anak saya membengkak seperti telur habis disuntik vaksin," kata ibu Nurul Alam, Cahaya.

Ia pun meminta pertanggungjawaban pihak Puskesmas Salassae.

Hingga saat ini belum ada penjalasan dari pihak Puskesmas Salassae.

Sementara itu, Cordelia, bayi berusia 4 bulan asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpaksa dirawat di rumah sakit setelah kondisi kesehatannya menurun pascamenerima vaksin imunasisi sekitar satu bulan lalu.

Serupa dialami satu bayi lainnya yang juga berasal dari Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.
Serupa dialami satu bayi lainnya yang juga berasal dari Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.

Meski dirawat di dua rumah sakit berbeda, kedua bayi itu sama-sama menderita panas yang tidak turun hingga hampir satu bulan.

Fherie, paman Cordelia, menyebut keponakannya dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang pada Senin (10/7/2016) lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan di poli anak, Kanza, sapaan akrabnya, dinyatakan harus dirawat. Bayi perempuan itu didiagnosa kekurangan darah sehingga harus menerima transfusi.

"Kondisi keponakanku itu langsung drop setelah menerima imunisasi pada 8 Juni lalu. Dia diimunisasi di Posyandu Desa Kace Tengah. Setelah imunisasi badannya panas. Awalnya dikira panas biasa. Tapi kemudian panasnya tidak turun-turun. Ditambah muka dan badannya yang pucat," kata Fherie saat dihubungi Bangka Pos, tadi malam.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved