Anak Penyidik Bareskrim Polri Disuntik Vaksin Palsu

Dejumlah bayi/anak diberikan vaksin palsu oleh oknum tenaga medis, termasuk tiga dokter dan dua bidan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Anak Penyidik Bareskrim Polri Disuntik Vaksin Palsu
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Orangtua Nurul Alam Syahban memperlihatkan paha anaknya yang bengkak usai divaksin di Puskesmas Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Anak penyidik Direktorat II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri turut menjadi korban terpapar vaksin palsu.

Demikian diungkapkan Direktur II Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya di kantornya, Jakarta, Jumat (15/6/2016).

Menurut Agung, hal tersebut baru diketahui setelah jajaran Direktorat II Bareskrim Polri bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM menelusuri kasus vaksin palsu.

Diketahui, sejumlah bayi/anak diberikan vaksin palsu oleh oknum tenaga medis, termasuk tiga dokter dan dua bidan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Akhirnya kami menemukan juga, bahwa putra dari salah satu anggota Direktorat Eksus kami juga terpapar vaksin palsu," ungkap Agung.

Menurut Agung, kini anak dari bawahannya tersebut telah mendapatkan penanganan medis.

Agung menjelaskan, hasil penelusuran Bareskrim bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM sementara, diketahui ada 197 bayi/anak pasien bidan Monugu Elly Novita di Ciracas, Jakarta Timur dan dua bayi pasien dr AR di klinik Pratama Adipraja di Jalan Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat, menjadi korban terpapar vaksin palsu.

Tersangka terus bertambah

Penyidik Bareskrim Polri kembali menjerat oknum dokter dalam kasus vaksin palsu.

Setelah menjerat HUD dan AR, dokter di Klinik Pratama Adipraja, kini penyidik menjerat I, dokter di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved